PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) Tahun 2026 mengembangkan greenhouse hidroponik dengan sistem Deep Flow Technique (DFT) di SMA Laboratorium Pembangunan UNP, Padang. Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan rooftop sekolah sebagai sarana pembelajaran berbasis lingkungan, sekaligus mendukung keberlanjutan Program Adiwiyata di sekolah.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Aulia Azhar, S.T., M.Si., bersama TIM yaitu Dr. Armiati, S.Pd., M.Pd; Dr. Desri Nora AN, S.Pd., M.Pd; Yudhi Diputra, S.T., M.T. Program ini dilaksanakan melalui pembangunan greenhouse hidroponik, pelatihan, serta praktik langsung budidaya tanaman hidroponik yang melibatkan kepala sekolah, guru, dan siswa.
Kepala SMA Laboratorium Pembangunan UNP, Afrizal, S.Si., M.Pd., menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia berharap fasilitas greenhouse hidroponik yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sarana pembelajaran dan kegiatan lingkungan di sekolah. Dukungan dan keterlibatan warga sekolah diharapkan dapat menjaga keberlangsungan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ketua tim pengabdian, Dr. Aulia Azhar, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa keberadaan greenhouse hidroponik ini tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan tanaman, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa.
“Dengan adanya greenhouse hidroponik ini, siswa dapat belajar secara langsung mengenai budidaya tanaman, pengelolaan nutrisi, serta pemanfaatan teknologi hidroponik. Kami berharap fasilitas ini dapat mendukung pembelajaran di sekolah sekaligus memperkuat keberlanjutan Program Adiwiyata, terlebih SMA Laboratorium Pembangunan UNP pernah meraih penghargaan Adiwiyata Nasional,” ungkapnya.
Greenhouse yang dibangun menggunakan sistem hidroponik DFT dengan 60 lubang tanam dan ditanami melon varietas Inthanon. Sistem ini memungkinkan siswa mempelajari proses budidaya tanaman mulai dari penyemaian benih, pemindahan bibit, pemeliharaan, pengelolaan air dan nutrisi, hingga pengenalan proses penyerbukan dan panen.
Peserta pelatihan mulai dari kepala sekolah, guru, dan siswa mengikuti kegiatan pelatihan dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup pengenalan sistem hidroponik, teknik penyemaian, pemindahan bibit, pemeliharaan tanaman, serta pengelolaan nutrisi dan air.
Melalui program ini, greenhouse hidroponik diharapkan dapat menjadi laboratorium pembelajaran terbuka yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, pembelajaran biologi, dan pengenalan kewirausahaan. Pemanfaatan fasilitas tersebut juga diharapkan dapat memperkuat budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah.
Keberlanjutan program menjadi perhatian penting setelah pembangunan dan pelatihan dilaksanakan. Pengelolaan greenhouse secara rutin, pembagian tugas, penyusunan jadwal pemeliharaan, serta pencatatan kegiatan diharapkan dapat memastikan fasilitas tetap berfungsi dan memberikan manfaat bagi warga sekolah.
Dengan adanya kolaborasi antara UNP dan SMA Laboratorium Pembangunan UNP, program ini diharapkan menjadi salah satu upaya nyata dalam mendukung pembelajaran berbasis lingkungan dan menjaga keberlanjutan praktik Adiwiyata di sekolah. (rls)
