Wamen ATR/BPN Titip Pesan kepada Irjen Baru: Perkuat Pengawasan, Cegah Penyimpangan Sejak Dini

JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM — Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, meminta Inspektur Jenderal (Irjen) ATR/BPN yang baru, Wahyu Widada, memperkuat pengawasan internal sekaligus membangun sistem peringatan dini (early warning system) untuk mencegah potensi penyimpangan di lingkungan kementerian.

Pesan tersebut disampaikan Ossy saat menghadiri serah terima jabatan dan pisah sambut Irjen ATR/BPN di Jakarta, Senin (2/11/2026).

Menurut Ossy, Inspektorat Jenderal tidak cukup hanya bertugas menemukan persoalan melalui pemeriksaan dan evaluasi. Lebih dari itu, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) harus mampu mendeteksi potensi masalah sejak dini agar dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Baca Juga :  8 Ahli Waris Pekerja Rentan dari APBD Kota Pariaman Terima Santunan

Penguatan pengawasan tersebut juga harus menyentuh pelaksanaan program strategis nasional Kementerian ATR/BPN, seperti Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), pengadaan tanah untuk kepentingan umum, Reforma Agraria, serta penanganan konflik pertanahan.

Ossy menekankan, pengawasan perlu dilakukan secara efektif dan menyeluruh, baik terhadap program yang sedang berjalan maupun yang akan dilaksanakan. Aspek kepatuhan terhadap prosedur dan mekanisme kerja, termasuk kondisi pegawai dalam menjalankan tugas, juga perlu menjadi perhatian.

Dalam kesempatan itu, Ossy turut menyampaikan apresiasi kepada Pudji Prasetijanto Hadi atas pengabdiannya selama kurang lebih satu setengah tahun di Kementerian ATR/BPN, baik sebagai Sekretaris Jenderal maupun Inspektur Jenderal.

Baca Juga :  Setelah Knalpot

Salah satu capaian yang mendapat perhatian adalah konsistensi Inspektorat Jenderal dalam menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dengan tingkat penyelesaian yang mampu dipertahankan di atas 90 persen.

Selain itu, pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) secara mandiri di lingkungan Kementerian ATR/BPN selama dua tahun terakhir juga dinilai sebagai capaian penting yang harus dipertahankan.

Ossy berharap Wahyu Widada dapat melanjutkan capaian tersebut sekaligus memperkuat pengawasan di tingkat pusat maupun daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.

Pergantian kepemimpinan Inspektorat Jenderal ditandai dengan serah terima jabatan secara simbolis dari Pudji Prasetijanto Hadi kepada Wahyu Widada. Wahyu sebelumnya dilantik sebagai Irjen ATR/BPN pada Kamis (29/10/2026).

Baca Juga :  Atasi Stunting, Pemda Pasaman Barat Perkuat Kolaborasi dengan Tanoto Foundation

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama serta jajaran pegawai Inspektorat Jenderal Kementerian ATR/BPN. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *