Oleh : Shintalya Azis*)
Wendi bekerja di bagian pengadaan barang dan jasa. Selama bertahun-tahun ia dikenal sebagai pegawai yang disiplin dan menjunjung tinggi integritas. Setiap proses pengadaan berjalan sesuai prosedur menggunakan sistem e-procurement yang telah ditetapkan, transparan, dan objektif.
Suatu hari, di tengah berlangsungnya proses evaluasi tender, Wendi menerima telepon dari kakaknya. Dalam percakapan itu, sang kakak memberi tahu bahwa perusahaannya ternyata menjadi salah satu peserta tender yang sedang ditangani Wendi.
Wendi terkejut. Ia sama sekali tidak mengetahui hal tersebut sejak awal. Dilema berada di persimpangan kepentingan. Di satu sisi, ada keluarga yang tentu ingin ia bantu. Di sisi lain, ada amanah jabatan yang menuntut profesionalisme dan kejujuran.
Ia sadar bahwa apa pun keputusan yang diambil akan menjadi cerminan integritasnya.
Haruskah ia memanfaatkan posisinya untuk memenangkan perusahaan kakaknya karena merasa tidak akan ada yang mengetahui? Ataukah ia tetap menjalankan proses sesuai prosedur tanpa memberikan perlakuan khusus? Atau justru meminta kakaknya mengundurkan diri dari tender demi menghindari konflik kepentingan?
Wendi menyadari bahwa integritas bukan diuji ketika tidak ada kepentingan pribadi, melainkan ketika kepentingan pribadi hadir di hadapan kita.
Konflik kepentingan bukanlah sesuatu yang memalukan. Tetapi menyembunyikannya atau memanfaatkannya untuk keuntungan pribadi adalah pelanggaran terhadap amanah yang menjadi prinsipnya selama ini.
Akhirnya, Wendi mengambil keputusan yang tidak mudah. Ia mengundurkan diri dari proses evaluasi tender tersebut agar penilaian dilakukan oleh pejabat lain yang independen. Dengan begitu, perusahaan kakaknya tetap memperoleh hak yang sama sebagai peserta tender, tanpa ada perlakuan istimewa maupun diskriminasi.
Ia menyadari keputusannya tetap akan memantik pertanyaan dari berbagai pihak. Namun, Wendi teguh memilih untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya.
Baginya jabatan hanyalah titipan, sedangkan integritas adalah warisan yang akan selalu dikenang.
Kalau Anda menjadi Wendi, keputusan apa yang akan Anda ambil?
#33daysintegritychallenge #aksikita #lawankorupsi # biasakanyangbenar #day19 IG: @aclc.kpk
Penulis Gemar Menulis tentang Kehidupan, Budaya, dan Kisah-kisah Kecil yang Menginspirasi.*)






