PADANG, FOKUSSUMBAR.COM — Ajang lari tahunan Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 akan mencapai puncaknya pada 9 Agustus 2026. Kegiatan ini disinergikan dengan rangkaian Hari Jadi Kota Padang serta visi pembangunan “Padang Juara”, dengan target memperkuat sport tourism dan menggerakkan ekonomi lokal.
Ketua Pelaksana BOM Run, Revdi Iwan Syahputra, mengatakan rangkaian acara berlangsung selama tiga hari, 7–9 Agustus 2026. Pada 7 dan 8 Agustus akan digelar pengambilan racepack yang dirangkai dengan pameran UMKM serta talkshow, sebelum lomba digelar pada 9 Agustus.
“Konsep tahun ini lebih komprehensif. Pengambilan racepack digabung dengan pameran UMKM dan talkshow untuk membangun atmosfer kebersamaan sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal,” ujar Revdi dalam keterangan di Padang, Rabu (25/2/2026).
Wakil Ketua Pelaksana, Sri Hayati Maigus Nasir, menyebutkan kegiatan tersebut telah mendapat persetujuan Pemerintah Kota Padang dan masuk dalam agenda resmi daerah. Koordinasi, kata dia, juga telah dilakukan bersama jajaran pemerintah kota.
“Secara administratif sudah diakomodasi dan mendapat dukungan. Tinggal menyelaraskan detail teknis pelaksanaannya,” katanya.
Menurut dia, penggabungan pengambilan racepack dengan pameran UMKM menjadi strategi untuk menghadirkan efek berganda bagi pelaku usaha lokal. Peserta yang datang diharapkan tidak hanya mengikuti lomba, tetapi juga berbelanja dan berinteraksi dalam kegiatan pendukung.
Pada hari puncak, panitia juga menyiapkan kegiatan pendukung berupa pelepasan anak penyu, penanaman pohon, serta hiburan rakyat. Konsep tersebut dimaksudkan untuk mengintegrasikan olahraga, pariwisata, dan kepedulian lingkungan.
Dukungan terhadap BOM Run 2026 turut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, saat menerima silaturahmi Ketua Umum PB Ikasmantri Padang, Rahyussalim, bersama jajaran panitia pada 17 Februari 2026.
Menurut Maigus, event tersebut berpotensi memberi dampak signifikan apabila dikemas selaras dengan agenda Hari Jadi Kota Padang. Ia menilai kegiatan olahraga berskala massal dapat memperkuat citra kota sekaligus mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Sementara itu, Rahyussalim mengatakan BOM Run merupakan bentuk kontribusi alumni bagi daerah dan diharapkan dapat menjadi agenda tahunan berskala lebih besar di masa mendatang.
Panitia saat ini tengah menyiapkan proposal serta melakukan penjajakan dukungan pendanaan dan donasi untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan optimal.
Dengan dukungan pemerintah dan jejaring alumni, BOM Run 2026 ditargetkan menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Sumatera Barat, dengan melibatkan ribuan pelari dan pelaku UMKM lokal. (jiga)




