Oleh: Nurul Jannah*)
Dua Tahun Bertumbuh, Berkarya, dan Mengubah Hidup
Dua tahun lalu, mungkin tidak banyak yang membayangkan bahwa sebuah komunitas menulis akan bertumbuh menjadi ruang yang mengubah begitu banyak kehidupan.
NJD lahir dari mimpi yang sederhana.
Mimpi bahwa setiap orang memiliki kisah yang layak ditulis. Mimpi bahwa tulisan bukan hanya rangkaian kata, melainkan jalan untuk bertumbuh, berbagi, dan meninggalkan jejak yang bermakna.
Hari ini, setelah dua tahun berjalan, NJD telah menjadi lebih dari sebuah komunitas menulis.
Ia menjelma menjadi rumah.
Rumah yang tidak dibangun dari batu bata dan semen. Rumah yang dibangun oleh mimpi, semangat, persahabatan, dan keberanian untuk memulai.
Rumah itu bernama Nulis Jadi Duit (NJD).
Rumah bagi mimpi yang lama terpendam. Rumah bagi keberanian yang pernah redup lalu menyala kembali. Rumah bagi hati-hati yang ingin tumbuh melalui tulisan.
Di rumah itu, tidak ada yang ditanya berapa usianya. Tidak ada yang diukur dari gelar akademiknya. Tidak ada yang dinilai dari jabatan atau kedudukannya.
Yang dihargai adalah keberanian untuk belajar. Keberanian untuk mencoba. Dan keberanian untuk menuliskan isi hati.
Namun perjalanan itu tidak selalu dimulai dengan keyakinan. Banyak yang datang dengan segala keraguan.
“Aku tidak bisa menulis.”
“Aku tidak punya bakat.”
“Tulisanku biasa saja.”
“Aku sudah terlambat untuk memulai.”
Kalimat-kalimat itu pernah hadir di benak banyak anggota NJD.
Tetapi di komunitas inilah, keraguan perlahan berubah menjadi keberanian.
Tulisan demi tulisan lahir.
Halaman demi halaman terisi.
Buku demi buku menemukan pembacanya.
Dan yang paling membahagiakan, banyak kehidupan ikut berubah.
Ada yang menemukan kembali rasa percaya diri. Ada yang akhirnya mewujudkan impian menerbitkan buku. Ada yang mengubah luka menjadi pelajaran hidup. Ada yang menemukan sahabat seperjalanan dan seperjuangan. Ada yang kembali menemukan cahaya setelah melewati masa-masa yang tidak mudah.
NJD tidak hanya mengajarkan cara menulis. NJD mengajarkan cara memandang hidup dengan lebih jernih.
Mengajarkan bahwa pengalaman hidup, kegagalan, perjuangan, dan air mata dapat diolah menjadi karya yang memberi manfaat bagi banyak orang.
Di balik setiap buku yang lahir, ada kisah yang sering tidak terlihat.
Tentang ibu rumah tangga yang menulis setelah seluruh pekerjaan selesai.
Tentang guru yang menyisihkan waktu di tengah kesibukan mengajar.
Tentang pensiunan yang menemukan kembali semangat hidup melalui tulisan.
Tentang perempuan yang mengubah air mata menjadi kekuatan.
Tentang laki-laki yang mengubah kegagalan menjadi hikmah.
Tentang banyak hati yang perlahan pulih karena menemukan ruang untuk bercerita.
Ada yang menulis di ruang tamu.
Ada yang menulis di dapur.
Ada yang menulis di kamar rumah sakit.
Ada yang menulis sambil menahan rindu.
Ada yang menulis sambil mengusap air mata.
Dan bagi banyak anggota NJD, menulis bukan lagi kegiatan biasa.
Menulis telah menjadi cara bertahan. Menulis telah menjadi cara menyembuhkan diri. Menulis telah menjadi cara meninggalkan jejak kehidupan.
Lalu perlahan, keajaiban itu terjadi. Tentu saja bukan keajaiban yang datang dalam semalam. Melainkan perubahan kecil yang berlangsung dari hari ke hari.
Dari tulisan pertama.
Dari keberanian pertama.
Dari langkah pertama.
Hingga akhirnya melahirkan karya-karya yang membanggakan.
Kelak, mungkin yang paling diingat bukan jumlah buku yang terbit.
Bukan pula berapa banyak anggota yang pernah bergabung.
Yang akan tetap hidup adalah jejak yang ditinggalkan.
Jejak berupa ilmu.
Jejak berupa inspirasi.
Jejak berupa tulisan yang menguatkan banyak hati.
Karena pada akhirnya, tidak semua warisan berbentuk harta.
Ada warisan yang hidup jauh lebih lama. Warisan itu adalah gagasan. Warisan itu adalah ilmu. Warisan itu adalah kata-kata yang ditulis dengan ketulusan dan cinta.
Selamat Milad ke-2 Nulis Jadi Duit.
Terima kasih telah menjadi ruang bertumbuh bagi begitu banyak mimpi.
Terima kasih telah menyalakan keberanian pada hati yang dahulu ragu melangkah.
Terima kasih telah membuktikan bahwa tulisan bukan hanya memenuhi halaman demi halaman.
Tulisan mampu mengubah hidup.
Tulisan mampu mempertemukan banyak hati yang sebelumnya tidak saling mengenal.
Tulisan mampu menguatkan langkah yang hampir berhenti.
Dan tulisan mampu meninggalkan jejak yang jauh lebih panjang daripada usia penulisnya.
Dua tahun mungkin terasa singkat.
Namun dalam dua tahun ini, NJD telah membuktikan satu hal yang sangat indah: ketika kata-kata ditulis dengan hati, ia tidak hanya mengubah hidup penulisnya. Ia juga mampu menerangi jalan bagi banyak kehidupan lainnya.
Bandung, 30 Mei 2026šš©·
Nurul Jannah adalah seorang dosen lingkungan di IPB University, lulusan doktor lingkungan dari Hiroshima University, penulis produktif, dan penggerak literasi*)




