Libur Usai, Yuk Siapkan Anak Kembali ke Sekolah

Oleh : Elmiati, M.Pd*)

Masa liburan sekolah akan segera berakhir. Setelah menikmati waktu bersama keluarga, bermain, beristirahat, dan melakukan berbagai kegiatan, siswa perlu kembali mempersiapkan diri untuk mengikuti pembelajaran.

Kembali ke sekolah setelah liburan bukan hanya soal menyiapkan seragam dan alat tulis. Anak juga perlu menyiapkan kondisi fisik, mental, emosi, dan kebiasaan belajar. Persiapan yang dilakukan sejak awal dapat membantu anak beradaptasi dengan jadwal sekolah secara lebih nyaman.

American Academy of Pediatrics atau AAP menyarankan orang tua mulai mengembalikan jadwal tidur anak satu sampai dua minggu sebelum sekolah dimulai. Langkah ini membantu anak menyesuaikan diri secara bertahap dengan rutinitas sekolah.

Mengatur Kembali Jadwal Tidur

Selama liburan, sebagian anak terbiasa tidur lebih malam dan bangun lebih siang. Kebiasaan tersebut dapat membuat anak mengantuk, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat ketika kembali ke sekolah.

Orang tua perlu mengatur jadwal tidur anak secara bertahap. Anak dapat mulai tidur 15 sampai 30 menit lebih awal setiap malam sampai waktu tidurnya kembali sesuai dengan jadwal sekolah.

AAP menjelaskan bahwa anak yang mendapatkan waktu tidur cukup cenderung memiliki kondisi kesehatan, perilaku, daya ingat, kesehatan mental, dan kemampuan belajar yang lebih baik. Sebaliknya, kurang tidur dapat memicu anak mudah marah dan sulit berkonsentrasi.

Anak usia 6 sampai 12 tahun umumnya membutuhkan waktu tidur sekitar 9 sampai 12 jam setiap hari. Remaja usia 13 sampai 18 tahun membutuhkan sekitar 8 sampai 10 jam tidur setiap hari.

Orang tua dapat menciptakan rutinitas sederhana sebelum tidur. Anak dapat mandi, menggosok gigi, membaca buku, berdoa, dan mematikan lampu pada waktu yang sama setiap malam.

Mengurangi Penggunaan Gawai

Penggunaan gawai biasanya meningkat selama liburan. Anak lebih sering bermain gim, menonton video, atau menggunakan media sosial. Menjelang sekolah, orang tua perlu mengurangi waktu penggunaan gawai secara bertahap.

AAP menyarankan agar televisi, komputer, tablet, dan telepon genggam tidak diletakkan di kamar tidur anak. Orang tua juga perlu mematikan semua layar setidaknya satu jam sebelum waktu tidur untuk mencegah gangguan tidur.

Baca juga:  Wawako Mulyadi Tutup MTQ Ke-IX Pariaman Utara, Desa Naras Hilir Raih Juara Umum

Pengurangan penggunaan gawai tidak perlu dilakukan dengan cara memarahi atau menghukum anak. Orang tua dapat membuat kesepakatan bersama mengenai waktu belajar, bermain, beristirahat, dan menggunakan gawai.

Orang tua juga perlu memberikan contoh. Anak akan lebih mudah mengikuti aturan apabila seluruh anggota keluarga menerapkan kebiasaan yang sama.

Memeriksa Perlengkapan Sekolah

Perlengkapan sekolah sebaiknya diperiksa beberapa hari sebelum hari pertama masuk. Anak dan orang tua dapat memeriksa seragam, sepatu, tas, buku pelajaran, alat tulis, botol minum, dan perlengkapan lainnya.

UNICEF menyatakan bahwa persiapan praktis, seperti menyiapkan seragam, sepatu, alat tulis, dan kebutuhan sekolah, dapat membantu anak merasa lebih siap sebelum kembali ke sekolah.

Anak sebaiknya dilibatkan dalam proses tersebut. Mintalah anak membersihkan tas, memberi nama pada buku, merapikan meja belajar, dan menyusun alat tulis. Kegiatan ini dapat melatih tanggung jawab dan kemandirian.

Hindari menyiapkan semua kebutuhan pada malam terakhir. Persiapan mendadak dapat menimbulkan kepanikan dan membuat anak tidur terlalu larut.

Menyiapkan Kondisi Fisik

Kondisi tubuh yang sehat mendukung kesiapan belajar. Anak perlu mengonsumsi makanan bergizi, minum air putih, berolahraga, menjaga kebersihan diri, dan beristirahat secara cukup.

Sarapan juga perlu menjadi bagian dari rutinitas sebelum sekolah. AAP menjelaskan bahwa anak yang mengonsumsi sarapan bergizi cenderung memiliki konsentrasi dan energi yang lebih baik selama mengikuti kegiatan sekolah.

Orang tua dapat menyiapkan menu sarapan yang sederhana tetapi bergizi. Contohnya nasi dan telur, roti dan susu, bubur, buah, atau makanan sehat lain yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Anak juga perlu membiasakan diri bangun, mandi, sarapan, dan berpakaian sesuai jadwal sekolah. Latihan ini dapat dilakukan beberapa hari sebelum kegiatan belajar dimulai.

Menghidupkan Kembali Kebiasaan Belajar

Setelah liburan, anak mungkin belum siap belajar dalam waktu yang panjang. Orang tua tidak perlu langsung memberikan banyak tugas. Mulailah dengan kegiatan sederhana selama 20 sampai 30 menit setiap hari.

Baca juga:  REUNI

Anak dapat membaca buku cerita, menulis pengalaman selama liburan, mengulang operasi hitung dasar, atau membuka kembali catatan pelajaran sebelumnya.

AAP menyarankan keluarga menyediakan tempat belajar yang tenang, teratur, dan bebas dari gangguan. Orang tua juga dapat menggunakan daftar kegiatan dan jadwal sederhana untuk membantu anak mengatur tugasnya.

Tujuan kegiatan ini bukan memberikan tekanan akademik. Tujuannya ialah mengembalikan konsentrasi dan membangun kebiasaan belajar secara perlahan.

Menyiapkan Mental dan Emosi Anak

Tidak semua anak merasa senang ketika liburan berakhir. Sebagian anak mungkin merasa malas, cemas, takut bertemu guru baru, atau khawatir menghadapi pelajaran yang lebih sulit.

Orang tua perlu mendengarkan perasaan anak tanpa langsung menyalahkan atau meremehkannya. Tanyakan hal yang membuat anak senang dan hal yang membuatnya khawatir ketika kembali ke sekolah.

UNICEF menekankan pentingnya memberi kesempatan kepada anak untuk membicarakan harapan dan kekhawatirannya. Komunikasi tersebut sebaiknya terus dilakukan selama hari-hari pertama sekolah agar masalah yang muncul dapat segera ditangani.

UNICEF juga menyarankan orang tua melakukan pemeriksaan emosi secara sederhana. Orang tua dapat bertanya tentang perasaan anak secara langsung atau meminta anak menggambarkan perasaannya melalui gambar dan cerita.

Hindari menakut-nakuti anak dengan tugas, ujian, hukuman, atau guru yang dianggap tegas. Bangun gambaran positif tentang sekolah. Ingatkan anak bahwa ia akan bertemu teman, memperoleh pengalaman baru, dan mempelajari banyak hal menarik.

Menetapkan Target yang Realistis

Awal masuk sekolah menjadi waktu yang baik untuk menetapkan target baru. Target tersebut harus sederhana, jelas, dan sesuai dengan kemampuan anak.

Beberapa contoh target yang dapat dibuat antara lain:

  1. Bangun dan berangkat sekolah tepat waktu.
  2. Membaca buku selama 15 menit setiap hari.
  3. Mengerjakan tugas sesuai jadwal.
  4. Lebih berani bertanya kepada guru.
  5. Menjaga kebersihan kelas.
  6. Bersikap sopan kepada guru dan teman.
  7. Mengurangi penggunaan gawai pada malam hari.

Orang tua perlu menghargai proses yang dilakukan anak. Berikan pujian ketika anak menunjukkan kemajuan. Jangan hanya memberikan perhatian ketika anak memperoleh nilai tinggi.

Baca juga:  Tim Hukum KONI Sumbar Bongkar Dugaan Cacat Prosedur Penjaringan Ketua KONI Agam

Membangun Kerja Sama antara Orang Tua dan Sekolah

Persiapan kembali ke sekolah membutuhkan kerja sama antara anak, orang tua, guru, dan pihak sekolah. Orang tua perlu memeriksa informasi mengenai jadwal masuk, seragam, kegiatan awal pembelajaran, dan perlengkapan yang harus dibawa.

UNICEF menilai guru sebagai mitra penting bagi orang tua. Melalui komunikasi dengan guru, orang tua dapat mengetahui perkembangan akademik, hubungan sosial, kekuatan, dan kesulitan belajar anak.

Education Endowment Foundation atau EEF juga menyatakan bahwa keterlibatan orang tua memiliki hubungan yang konsisten dengan hasil akademik yang lebih baik. Keterlibatan orang tua yang efektif bahkan berpotensi memberikan kemajuan belajar yang setara dengan tambahan tiga bulan pembelajaran dalam satu tahun.

Keterlibatan tidak berarti orang tua harus mengerjakan tugas anak. Orang tua dapat mendampingi, menyediakan tempat belajar, memantau jadwal, berkomunikasi dengan guru, dan memberikan dukungan emosional.

Sambut Sekolah dengan Semangat Baru

Berakhirnya masa liburan bukan berarti anak kehilangan waktu untuk bersenang-senang. Kembali ke sekolah membuka kesempatan untuk belajar, bertemu teman, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh pengalaman baru.

Persiapan tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Mulailah dari langkah sederhana. Atur kembali waktu tidur, kurangi penggunaan gawai, periksa perlengkapan, hidupkan kebiasaan belajar, dan dengarkan perasaan anak.

Dengan dukungan keluarga dan sekolah, anak dapat kembali mengikuti pembelajaran dengan sehat, tenang, percaya diri, dan penuh semangat.

Libur akan segera usai. Mari sambut hari pertama sekolah dengan tubuh yang sehat, pikiran yang siap, dan semangat belajar yang baru. []

Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UPGRISBA*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *