Inside me: Ketika Rumah Menjadi Awal Godaan

Oleh: Shintalya Azis*)

Korupsi tidak selalu bermula di ruang rapat atau meja tender. Akarnya mungkin tumbuh subur dari lingkungan pribadi seseorang, yaitu ketika keserakahan, gaya hidup, dan perasaan yang tak pernah cukup dibiarkan tumbuh tak terkontrol.

Tekanan dalam lingkungan keluarga juga dapat menjadi salah satu faktor yang mendorong seseorang mengabaikan nilai-nilai kejujuran.

Saat cinta berubah menjadi tuntutan. Ketika penghargaan diukur dari kemewahan. Dan ketika rasa syukur tergantikan oleh ambisi yang tak pernah menemukan batas.

Namun, seberat apa pun tekanan itu, keputusan untuk tetap jujur selalu berada di tangan setiap individu. Keluarga mungkin mempengaruhi, tetapi tidak pernah dapat dijadikan pembenaran. Integritas adalah pilihan, dan tanggung jawab atas korupsi tetap berada pada mereka yang memilih jalan tersebut.

Baca juga:  Tingkatkan Kualitas Data Reforma Agraria, Kantah Pessel Ikuti Coaching Clinic Penataan Akses

“Di titik itu, ia menyadari sesuatu yang pahit. Semua yang ia lakukan; lobi, manipulasi, transaksi di bawah meja, bukan demi ambisi semata, tapi demi menghindari rasa tidak cukup di rumahnya sendiri.”
— Tsukushi The Shadow, Shintalya Azis (2026), Bab 10. []

#33daysintegritychallenge #aksikita #lawankorupsi # biasakanyangbenar #day31 IG: @aclc.kpk

Penulis Gemar Menulis tentang Kehidupan, Budaya, dan Kisah-kisah Kecil yang Menginspirasi.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *