Kejujuran Tak Pernah Kehilangan Jalan

Oleh : Shintalya Azis*)

Ia dituduh karena tidak mau berkolaborasi.
Ia disingkirkan karena dianggap kaku, tidak fleksibel.
Ia dicap tidak akomodatif hanya karena memilih patuh pada aturan.
Segala tuduhan dilekatkan, bukan karena ia bersalah, melainkan karena kejujurannya menghalangi ambisi yang lain.

Ia dijauhkan agar kekurangan orang lain tetap tersembunyi.
Ia disunyikan agar suara nurani tak lagi terdengar.

Namun ia tidak melawan dengan kebencian.
Ia memilih diam.
Ia membiarkan kegaduhan berjalan tanpa ikut menjadi bagian darinya.
Ia membiarkan ketakutan orang lain berbicara dengan sendirinya, ketakutan bahwa suatu hari borok yang selama ini disembunyikan akan tersingkap oleh cahaya.

Baca juga:  Overthinking

Ia memilih menjadi penonton.
Dari kejauhan, ia melihat apa yang tak terlihat ketika berada di tengah keramaian.
Di sudut yang sunyi, pandangannya justru menjadi lebih luas.

Dalam kesunyian, illah berubah menjadi lillah.
Yang semula terasa sebagai beban, perlahan menjadi persembahan.
Yang semula melukai harga diri, berubah menjadi jalan untuk mendekat kepada Ilahi.

Di sanalah hati dilapangkan.
Di sanalah ilmu langit mengajarkan bahwa tidak semua kemenangan harus diraih dengan tepuk tangan manusia.
Sebab mempertahankan integritas memang kadang membuat seseorang kehilangan tempat di hadapan manusia, tetapi tidak pernah kehilangan tempat di hadapan Allah.

Baca juga:  Menolak Suap, Merawat Harga Diri

Kejujuran mungkin berjalan sendirian.
Ia mungkin difitnah, disingkirkan, bahkan dilupakan.
Namun kejujuran tidak pernah kehilangan jalan.

Ketika integritas tetap dijaga dan amanah tetap dipelihara, pertolongan tidak selalu datang dari arah yang disangka.

Yang di atas segala kuasa manusia akan selalu menjaga mereka yang memilih tetap lurus, meski harus berjalan sendirian.(*)

#33daysintegritychallenge #aksikita #lawankorupsi # biasakanyangbenar #day25 IG: @aclc.kpk

Penulis Gemar Menulis tentang Kehidupan, Budaya, dan Kisah-kisah Kecil yang Menginspirasi.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *