Ketua Dekranasda Sawahlunto Buka Pelatihan Membatik Tahun 2026, Dorong Pelestarian Warisan Budaya dan Daya Saing Produk Lokal

Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda, berswafoto seusai membuka resmi Pelatihan Membatik Kota Sawahlunto Tahun 2026. (foto; ist)

SAWAHLUTO, FOKUSSUMBAR.COM — Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda, secara resmi membuka Pelatihan Membatik Kota Sawahlunto Tahun 2026 di Rumah Batik “MS”, Kelurahan Durian II, Senin (26/10/2026). Mengusung tema “Melestarikan Warisan Budaya, Meningkatkan Kreativitas, dan Mengembangkan Daya Saing Batik Kota Sawahlunto”, kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk melestarikan warisan budaya sekaligus meningkatkan kualitas dan daya saing produk batik lokal.

Pelatihan dilaksanakan selama lima hari, mulai 26 hingga 30 Oktober 2026, dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang berasal dari kelompok batik Kota Sawahlunto. Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Ketua Dekranasda Kota Sawahlunto, Ny. Kemala Jeffry, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan, pengurus Dekranasda, narasumber, Camat Barangin, lurah, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ny. Yori Riyanda menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan serta pengurus Dekranasda yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pelatihan membatik tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik membatik, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bersama dalam melestarikan warisan budaya serta mengembangkan daya saing batik khas Kota Sawahlunto.

Baca Juga :  Lisda Hendrajoni Ajak Karang Taruna dan Tagana Pessel Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Sosial Masyarakat

Ny. Yori berharap melalui pelatihan ini, para peserta dapat terus mengembangkan keterampilan dan kreativitas dalam menghasilkan produk batik yang berkualitas, memiliki motif beragam, serta inovatif sesuai dengan perkembangan pasar.

Dengan terjalinnya sinergi antara pemerintah daerah, Dekranasda, dan para perajin, batik Sawahlunto diharapkan semakin berkembang sebagai produk unggulan daerah yang mampu menjaga identitas budaya lokal sekaligus meningkatkan peluang usaha dan kesejahteraan para perajin. (van)

Baca Juga :  Gamifikasi Pendidikan “Mengapa Belajar Lewat Game Lebih Efektif untuk Gen Alpha”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *