Ketua LPJK Insannul Kamil Dorong Kolaborasi Riset Indonesia-China di Sun Yat-sen University

Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D, IPU, ASEAN Eng, APEC Eng. (foto; ist)

GUANGZHOU, CHINA, FOKUSSUMBAR.COM – Diplomasi di bidang teknologi dan pengembangan sumber daya manusia terus didorong Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Indonesia, Ir. Insannul Kamil, M.Eng., Ph.D, IPU, ASEAN Eng, APEC Eng.

Hal itu terlihat saat Insannul Kamil melakukan kunjungan ke Sun Yat-sen University (SYSU), China, Kamis (24/9/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari exchange meeting dan pertukaran pengetahuan mengenai perkembangan teknologi terkini, khususnya di bidang engineering.

Ketua LPJK Indonesia, Insannul Kamil berkesempatan melihat langsung sejumlah fasilitas laboratorium, peralatan teknologi maju, serta aktivitas riset yang dikembangkan para akademisi SYSU. (foto; ist)

Insannul Kamil yang juga merupakan dosen senior Fakultas Teknik Universitas Andalas, berkesempatan melihat secara langsung sejumlah fasilitas laboratorium, peralatan teknologi maju, serta aktivitas riset yang dikembangkan para akademisi SYSU.

Dalam kunjungan tersebut, ia melihat pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam mendukung berbagai kegiatan riset dan pengembangan teknologi. Salah satunya melalui Automatic Road Analyzer serta berbagai aplikasi teknologi lainnya.

Baca Juga :  Delapan Tahun Menunggu, Api Porprov Sumbar 2026 Akhirnya Menyala di Pariangan

Pertemuan bersama profesor dan akademisi SYSU, khususnya dari bidang engineering, juga menjadi ruang bertukar pengalaman mengenai tren riset dan penerapan teknologi terbaru yang berkembang di China.

Menurut Insannul Kamil, perkembangan teknologi yang begitu cepat membutuhkan kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, dunia industri, organisasi profesi, lembaga sertifikasi dan pemerintah.

Ia berharap kerja sama riset antara perguruan tinggi di China dan Indonesia dapat terus diperkuat, terutama dalam pengembangan dan pertukaran pengetahuan serta penerapan teknologi maju untuk konstruksi, infrastruktur dan pembangunan kota pintar (Smart City).

Ketua LPJK Indonesia, Insannul Kamil berswafoto bersama para akademisi SYSU. (foto; ist)

“Diskusi ini berkembang menjadi ruang saling berbagi pengalaman riset di China dan Indonesia. Dari sini juga terbuka peluang pemanfaatan teknologi maju untuk mendukung pengembangan konstruksi dan infrastruktur di masa depan,” ujar Insannul Kamil.

Baca Juga :  81 Tahun Sumatera Barat: Dashboard Pembangunan, Inovasi Pemerintahan Modern

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Kerja Sama Pengembangan SDM Profesi Teknik dan Industri itu juga mendorong agar kolaborasi tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama riset yang konkret.

Insannul Kamil mengajak para profesor dan akademisi SYSU untuk membuka peluang penelitian bersama, termasuk dalam pengembangan dan penyusunan standar-standar baru di bidang engineering, khususnya konstruksi dan infrastruktur.

Menurutnya, pengembangan standar tersebut dapat melibatkan berbagai pihak di Indonesia, mulai dari perguruan tinggi, badan sertifikasi, KADIN Indonesia, pusat pelatihan dan pengembangan SDM, asosiasi profesi hingga badan usaha.

“Kolaborasi seperti ini penting agar perkembangan teknologi dan hasil riset dapat diterjemahkan menjadi inovasi yang memiliki manfaat nyata bagi pembangunan,” katanya.

Baca Juga :  SMPN 2 Bukittinggi Hadiri Forum Sekolah Sehat Sumbar

Insannul Kamil yang juga menjabat Ketua Badan Keahlian Mesin, Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia, menilai pertukaran pengalaman antara akademisi Indonesia dan China dapat menjadi salah satu pintu masuk untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempercepat adopsi teknologi maju di sektor konstruksi dan infrastruktur.

Ajakan untuk memperkuat kolaborasi riset tersebut mendapat sambutan baik dari pihak Sun Yat-sen University.

Pertemuan di SYSU pun tidak sekadar menjadi kunjungan akademik, tetapi membuka ruang baru bagi terbentuknya jejaring kerja sama riset Indonesia-China dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur dan kota masa depan. (*/bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *