PJTM Pers Pituluik ISI Padangpanjang Bekali Mahasiswa Etika dan Branding Media

Peserta Pelatihan Jurnalistik Tingkat Mahasiswa (PJTM) yang digelar Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pers Pituluik Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang foto bersama usai kegiatan di Gedung Rektorat ISI Padangpanjang, 28–29 September 2026. (Foto ist)

PADANGPANJANG, FOKUSSUMBAR.COM — Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pers Pituluik Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang menggelar Pelatihan Jurnalistik Tingkat Mahasiswa (PJTM) di Gedung Rektorat ISI Padangpanjang, 28–29 September 2026.

Pelatihan selama dua hari itu menghadirkan empat praktisi jurnalistik untuk memperkuat kemampuan mahasiswa dalam menjalankan pers kampus, dengan materi utama mengenai etika jurnalistik dan branding media.

Pimpinan Umum LPM Pers Pituluik, Adzkia Dwi Putri, mengatakan PJTM diharapkan membangun ekosistem pers mahasiswa yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, Ketua Pelaksana PJTM, Fajri Rahmat Illahi, menyebut kegiatan tersebut ditujukan untuk menanamkan pemahaman mahasiswa mengenai etika dalam dunia jurnalistik.

Pembimbing LPM Pers Pituluik, Dr. Sulaiman Juned, S.Sn., M.Sn., mengatakan PJTM tahun ini merupakan pelaksanaan kedua yang digelar LPM Pers Pituluik.

Ia meminta peserta serius mengikuti pelatihan dan memanfaatkan pengalaman para praktisi jurnalistik yang menjadi pemateri.

“Tekunlah mengikuti diklat ini yang diberikan oleh punggawa-punggawa jurnalistik di Sumatera Barat. Dapatkan ilmu tersebut untuk menghidupkan pers kampus di tempat Anda masing-masing,” katanya.

Baca Juga :  Api Porprov XVI Dikirab Besok, Bawa Semangat 19 Kabupaten/Kota

Saat membuka kegiatan, Rektor ISI Padangpanjang, Dr. Febri Yulika, S.Ag., M.Hum., menyoroti tantangan pers di tengah perkembangan media digital.

Menurutnya, kemudahan menyebarkan informasi harus diimbangi kemampuan melihat fakta secara kritis, melakukan verifikasi, serta memahami etika dan tanggung jawab jurnalistik.

“Kemampuan jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan menyampaikan informasi, tetapi juga bagaimana seorang jurnalis mampu melihat persoalan secara kritis dan memastikan informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Firdaus Abie Tekankan Etika dan Independensi

Pada sesi pertama, Direktur sekaligus General Manager Posmetro Padang (Jawa Pos Group), Firdaus Abie, membawakan materi tentang pentingnya menjaga martabat, etika, dan profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Wartawan Utama itu menjelaskan bahwa kerja jurnalistik memiliki pedoman, di antaranya Kode Etik Jurnalistik dan kode perilaku. Wartawan, katanya, juga memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Baca Juga :  Klub Petanque Padang Berhasil Gondol Juara Pertama Kejuaraan Walikota Cup

“Wartawan bukan sekadar profesi, tapi jalan pengabdian. Ia menyambung lidah kebenaran, penjaga nalar hoaks, mencatat tanpa pamrih,” ujarnya.

Firdaus menekankan pentingnya independensi, menolak gratifikasi, melakukan verifikasi, serta tidak terburu-buru menerbitkan berita sebelum informasi diperoleh secara lengkap dan berimbang.

Dalam konteks pers mahasiswa, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga independensi media kampus ketika berhadapan dengan otoritas kampus, termasuk saat muncul permintaan untuk menarik berita yang telah dipublikasikan.

Revdi Bahas Branding Media Kampus

Pimpinan Redaksi Harian Umum Rakyat Sumbar, Revdi Iwan Syahputra, pada sesi berikutnya membahas penguatan identitas dan branding media kampus.

Menurut Revdi, branding tidak sekadar logo, tetapi mencakup identitas, konsistensi karakter media, pengalaman pembaca, serta kepercayaan terhadap informasi yang disampaikan.

“Media tidak hanya membutuhkan kemampuan dalam menghasilkan berita, tetapi juga perlu memahami alasan pembaca memilih dan kembali mengakses media tersebut,” katanya.

Baca Juga :  GSP TC Kuranji Juara Piala Wali Kota Padang 2026, Taklukkan Tuan Rumah di Final Dramatis

Ia menyebut viralitas hanya menjadi salah satu cara menarik perhatian, sedangkan keberlanjutan media membutuhkan kepercayaan dan loyalitas pembaca.

Revdi juga mendorong pers mahasiswa membangun ekosistem yang melibatkan komunitas, kegiatan kampus, kreativitas mahasiswa, alumni, dan mitra. Produk media pun tidak harus terbatas pada tulisan, tetapi dapat dikembangkan dalam berbagai format kreatif.

PJTM LPM Pers Pituluik ISI Padangpanjang diikuti mahasiswa dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pers mahasiswa dalam menjalankan fungsi jurnalistik secara kritis, profesional, dan bertanggung jawab. (rel/ jiga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *