BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM – Upaya memacu internasionalisasi akademik terus diperkuat oleh UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi. Melalui Pusat Internasional Office di bawah payung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), kampus ini menggelar pelatihan intensifikasi kapasitas akademik dan non-akademik dosen selama dua hari, Kamis–Jumat (1–2/10/2026).
Langkah strategis ini dirancang untuk mendongkrak agenda internasionalisasi akademik UIN Bukittinggi dengan membekali para akademisi dua pilar utama riset modern: penguasaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara bijak serta penulisan buku ilmiah bereputasi internasional.
Rektor UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Prof. Dr. Silfia Hanani, menegaskan bahwa percepatan internasionalisasi akademik membutuhkan keberanian budaya yang adaptif terhadap kemajuan zaman.
“Di tengah kemajuan teknologi, dosen mesti mempercepat penetrasi riset, memperluas jejaring global, dan mengukuhkan kontribusi keilmuan di kancah dunia tanpa sedikit pun meruntuhkan etika dan integritas moral akademik,” ujar Prof. Silfia saat membuka kegiatan.
Riset Berbasis AI dan Penulisan Buku Internasional
Sebagai bagian dari pendorong internasionalisasi akademik, pada hari pertama pelatihan, Guru Besar Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Prof. Dr. Novel Lyndon, membekali para dosen dengan teknik pemanfaatan AI secara cerdas, pragmatis, sekaligus beretika. Prof. Novel menekankan bahwa AI merupakan akselerator analitis untuk mendukung daya saing peneliti di kancah global, bukan pengganti intuisi dan ketajaman kritis periset.
“Tantangan ilmuwan hari ini bukan lagi mencari data, melainkan mengarungi banjir informasi. AI hadir sebagai alat bantu penelusuran dan sintesis literatur, tetapi bobot keilmuan dan keaslian gagasan tetap sepenuhnya berada di tangan akademisi,” tegas Prof. Novel.
Agenda internasionalisasi akademik ini berlanjut pada Jumat (2/10/2026) dengan fokus pada klinik dan pendampingan publikasi buku ilmiah berskala internasional. Sesi ini diampu oleh Dr. Junaidi Awang Besar, pakar dan akademisi senior dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Dr. Junaidi mendampingi langsung para dosen UIN Bukittinggi dalam memetakan standar penerbitan internasional, mengemas manuskrip monograf berbobot sitasi tinggi, serta menembus penerbit bereputasi dunia. Penulisan buku bereputasi internasional dinilai sebagai rekam jejak kepakaran (academic authority) yang vital dalam memperkuat posisi UIN Bukittinggi pada pemeringkatan perguruan tinggi global.
Ekosistem Reputasi Global
Rangkaian kegiatan dua hari ini menghasilkan empat pilar utama dalam mendukung internasionalisasi akademik UIN Bukittinggi:
- Integritas Digital: Pemetaan riset dan sintesis literatur secara transparan, akuntabel, dan bebas plagiarisme.
- Karya Buku Internasional: Pendampingan intensif penyusunan buku ilmiah bereputasi guna memperkuat keahlian spesifik dosen di tingkat global.
- Kolaborasi Lintas Batas: Pembentukan jejaring riset dan konsorsium publikasi berskala regional dan internasional.
- Kepemimpinan Akademik: Penataan pilar riset yang berorientasi pada dampak sosial, kontribusi peradaban, dan pengakuan dunia.
Melalui sinergi kepemimpinan rektorat dan pendampingan pakar mancanegara ini, internasionalisasi akademik UIN Bukittinggi kian terarah dalam membangun perguruan tinggi yang inklusif, transformatif, dan bereputasi internasional. (irwandi)
