Oleh: Nurul Jannah*)
Setiap Warna Punya Cerita
Hidup adalah kanvas yang tak pernah meminta izin tentang warna apa yang akan digoreskan kepada kita.
Ada merah yang menyala sebagai keberanian. Ada biru yang diam-diam menyimpan rindu. Ada hijau tempat harapan kembali tumbuh. Ada abu-abu ketika langkah kehilangan arah. Dan ada hitam, ketika kita merasa cahaya telah benar-benar pergi.
Padahal, tak satu pun warna hadir dengan sia-sia.
Bahagia menghadiahkan senyum. Luka mengajarkan kedalaman.
Pertemuan melahirkan cerita. Perpisahan meninggalkan makna.
Dan waktu, perlahan, merangkai semuanya menjadi kehidupan.
Hingga suatu hari, kita menoleh ke belakang dan tersadar: warna yang dahulu paling ingin kita hapus, ternyata justru menjadi goresan yang membuat lukisan hidup kita utuh.
Maka, biarkan hidup melukis.
Biarkan warna datang dan pergi. Biarkan terang berganti gelap, lalu terang kembali.
Sebab setiap warna punya cerita, setiap luka menyimpan pelajaran, setiap kehilangan meninggalkan jejak, dan setiap perjalanan sedang membawa kita lebih dekat kepada makna.
Jangan membenci warna gelap dalam hidupmu. Sebab sering kali, justru setelah melewati gelap, kita belajar betapa berharganya cahaya.
Kita memang tidak selalu dapat memilih warna yang digoreskan kehidupan. Namun kita selalu dapat memilih; meratapinya sebagai noda, atau merangkainya menjadi lukisan yang berarti.
Dan kelak, ketika lukisan itu selesai, kita akan mengerti; tak ada satu pun warna yang datang dengan percuma.❤️
Jakarta, 4 Oktober 2026
Penulis | Akademisi | Pemerhati Lingkungan
