Dinsos Pasbar Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Sungai Aur dan Simpang Empat

Bupati Pasaman Barat melalui Plt. Kepala Dinas Sosial, Vanvoni Gorbi menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kecamatan Sungai Aur dan Simpang Empat. (foto; ist)

SUNGAI AUR, FOKUSSUMBAR.COM – Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kepada warga terdampak kebakaran di Kecamatan Sungai Aur dan Simpang Empat, Jumat (22/5/2026).

Bupati Pasaman Barat melalui Plt. Kepala Dinas Sosial Vanvoni Gorbi menyebut penyaluran ini merupakan respons cepat pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga pascakebakaran.

“Bantuan ini bagian dari upaya penanganan darurat dan perlindungan sosial bagi warga terdampak bencana. Pemkab Pasbar berkomitmen terus hadir memberikan pelayanan, terutama saat musibah dan kondisi darurat,” ungkapnya.

Di Jorong Kumpulan, Nagari Aua Serumpun, Kecamatan Sungai Aur, bantuan diserahkan langsung kepada keluarga Nuzul Samran. Rumah miliknya terbakar pada Kamis, 21 Mei 2026. Bantuan yang diberikan meliputi logistik kebutuhan dasar, kasur, selimut, family kit, dan makanan anak.

Pada hari yang sama, Dinsos juga menyalurkan bantuan di Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman. Kebakaran pada 19 Maret 2026 menghanguskan lima unit toko milik Wahyuna, Fitri, Ika, Indah, dan Eno. Selain itu, bantuan diberikan untuk korban kebakaran 18 Mei 2026 yang menghanguskan dua bangunan toko. Satu unit milik Jasmanidar yang digunakan sebagai salon, dan satu unit toko pakaian jilbab yang disewa Misran.

Penyaluran di Lingkuang Aua dilakukan bersama BPBD Pasbar, Baznas Pasbar, dan Bank BRI. Bantuan berupa logistik kebutuhan dasar, kasur, selimut, family kit, serta perlengkapan lain. Baznas Pasbar turut menyerahkan santunan tunai kepada para korban.

Penyerahan bantuan dihadiri unsur Dinsos Pasbar, camat setempat, pemerintah nagari, dan unsur terkait lainnya.

Vanvoni Gorbi juga mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik maupun faktor lain untuk mencegah kejadian serupa. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *