Kelompok KKN Cupak Tangah 3 Universitas Andalas Gelar Trauma Healing bagi Anak Korban Banjir Bandang

Pelaksanaan trauma healing dengan kegiatan ecoprint oleh KKN Kebencanaan di Cupak Tangah 3 di TPQ Babussalam Pasar baru. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pasca terjadinya bencana banjir bandang yang melanda wilayah Cupak Tangah, Kelompok KKN Cupak Tangah 3 Universitas Andalas melaksanakan program kerja (proker) trauma healing sebagai bentuk kepedulian terhadap dampak psikologis yang dialami anak-anak pascabencana.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni SD Negeri 02 Cupak Tangah dan TPQ Babussalam Masjid Raya Pasar Baru, Jumat dan Sabtu (9-10/1/2026).

Peserta Trauma Healing di SD 02 Cupak Tangah berswafoto bersama Kelompok KKN Kebencanaan Cupak Tangah 3. (foto; ist)

Trauma healing menjadi salah satu fokus utama KKN Kebencanaan karena anak-anak merupakan kelompok rentan yang kerap mengalami tekanan psikologis setelah bencana, seperti rasa takut, cemas, dan kehilangan rasa aman.

Melalui pendekatan edukatif dan rekreatif, mahasiswa KKN Cupak Tangah 3 Universitas Andalas berupaya membantu memulihkan kondisi mental anak-anak agar kembali ceria dan percaya diri.

Di TPQ Babussalam Masjid Raya Pasar Baru, rangkaian kegiatan trauma healing dikemas secara kreatif dan menyenangkan. Anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas, seperti kegiatan eco print, permainan tebak kata, bernyanyi bersama, serta permainan edukatif lainnya.

Pemberian plakat kenang-kenangan kepada Kepala Sekolah SD 02 Cupak Tangah. (foto; ist)

Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengekspresikan emosi secara positif, mengalihkan ingatan dari pengalaman traumatis, serta menumbuhkan kembali rasa kebersamaan dan kegembiraan.

Sementara itu, di SD Negeri 02 Cupak Tangah, kegiatan trauma healing dilaksanakan dengan pendekatan yang disesuaikan dengan lingkungan sekolah dan usia peserta didik. Mahasiswa KKN mengadakan permainan tebak kata, bernyanyi dan bermain bersama, serta memberikan pengajaran menggunakan video interaktif mengenai pemahaman area privasi pada tubuh.

Materi ini disampaikan dengan bahasa sederhana dan metode interaktif sebagai upaya edukasi dini dalam perlindungan diri anak.

Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif para siswa dan santri selama kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak lebih ceria, berani berinteraksi, dan menikmati setiap rangkaian acara. Program ini juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah, pengurus TPQ, serta masyarakat setempat karena dinilai mampu memberikan dampak psikososial yang baik bagi anak-anak pascabencana.

Melalui kegiatan trauma healing ini, Kelompok KKN Cupak Tangah 3 Universitas Andalas berharap dapat berkontribusi dalam proses pemulihan pascabencana, khususnya dalam mendukung kesehatan mental dan emosional anak-anak.

Program ini menjadi wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan mengedepankan nilai empati, kepedulian, dan solidaritas sosial. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *