PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebencanaan yang dilaksanakan oleh Kelompok KKN Kebencanaan Cupak Tangah 3 merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan berfokus pada upaya mitigasi bencana.
Salah satu program kerja unggulan yang dilaksanakan adalah pembuatan sumur resapan sebagai langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana banjir serta menjaga ketersediaan air tanah di wilayah Cupak Tangah.
Kelompok KKN Kebencanaan dalam siaran persnya kepada fokussumbar.com pada Senin (2/2/2026), menyebutkan bahwa wilayah Cupak Tangah termasuk daerah yang memiliki tingkat kerawanan terhadap genangan air dan banjir, terutama pada saat curah hujan tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya lahan resapan akibat pembangunan serta minimnya sistem pengelolaan air hujan yang memadai.

Berdasarkan hasil observasi lapangan dan diskusi bersama perangkat kelurahan serta masyarakat setempat, pembuatan sumur resapan dinilai sebagai solusi yang tepat, sederhana, dan berkelanjutan untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut.
Sumur resapan berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan yang kemudian diserap kembali ke dalam tanah. Dengan adanya sumur resapan, aliran air permukaan dapat dikurangi sehingga risiko terjadinya banjir dapat ditekan.
Selain itu, sumur resapan juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan air tanah, mencegah kekeringan, serta mendukung kelestarian lingkungan.

Pelaksanaan program kerja pembuatan sumur resapan oleh Kelompok KKN Kebencanaan Cupak Tangah 3 dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap awal diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya sumur resapan dalam upaya mitigasi bencana.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan peran mereka dalam menjaga lingkungan serta mengurangi risiko bencana di wilayah tempat tinggal mereka.
Setelah proses sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan penentuan lokasi pembangunan sumur resapan yang dilakukan bersama masyarakat dan aparat setempat. Lokasi dipilih berdasarkan kondisi tanah, aliran air, serta area yang berpotensi mengalami genangan saat hujan.
Tahap selanjutnya adalah proses pembuatan sumur resapan yang melibatkan mahasiswa KKN dan warga sekitar secara gotong royong. Keterlibatan masyarakat dalam proses ini menjadi nilai penting karena dapat menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap keberlanjutan program.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKN Kebencanaan Cupak Tangah 3 tidak hanya berperan sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai fasilitator dan edukator.
Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai cara perawatan sumur resapan serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar fungsi sumur resapan dapat berjalan secara optimal dalam jangka panjang.
Program kerja pembuatan sumur resapan ini mendapat respons positif dari masyarakat Cupak Tangah. Warga merasa terbantu dan berharap program ini dapat memberikan dampak nyata dalam mengurangi risiko banjir di lingkungan mereka.
Selain manfaat fisik berupa infrastruktur sumur resapan, kegiatan ini juga memberikan dampak sosial berupa meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi bencana dan pelestarian lingkungan.
Melalui program kerja ini, Kelompok KKN Kebencanaan Cupak Tangah 3 berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan. Pembuatan sumur resapan menjadi salah satu langkah kecil namun bermakna dalam upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat.
Diharapkan program ini dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat sebagai bagian dari upaya bersama dalam menghadapi potensi bencana di masa yang akan datang. (rls)




