PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Ternyata benar adanya, bahwa program Padang Rancak Award (PRA) yang digagas Pemko Padang, bukanlah sekadar ajang adu gengsi kebersihan semata.
Buktinya, melalui ajang tersebut, kebersihan dan kerapian seluruh kawasan di Kota Padang makin “tacelak” (indah) dan semarak.
RT 01 RW 03 Komplek Rindang Alam di Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang contohnya.
Komplek yang dibangun tahun 80-an itu, kini kian semarak, indah dipandang mata dan makin nyaman didiami. Jika mengutip istilah Jawa, RT 01 RW 03 makin resik atau dengan kata lain, makin bersih, makin rapi dan tertata.
“Ini adalah soal karakter dan budaya yang benar-benar hidup dan melekat dalam keseharian warga. Annadhofatu minal iman,” kata Pak RT setempat, Ryan Syair.
Menurut ayah dua anak ini, kesadaran berperilaku hidup bersih di RT 01 RW 03 Komplek Rindang Alam, telah langsung diaplikasikan dalam berbagai tindakan kecil, sederhana, mandiri, konsisten dan berkelanjutan.
“Hal itu merupakan modal terpenting dalam mewujudkan lingkungan yang asri, indah dan sedap dipandang mata,” imbuh.
Dikemukakan Ryan, jika kesadaran telah ada, maka tak perlu dikerahkan masyarakat dalam kegiatan goro massal.
Sebab kebiasaan yang tampak, saat goro massal dilakukan, lebih banyak warga yang duduk dari pada bekerja.
”Tak perlu grasak grusuk lagi ketika juri tiba. Tak penting lagi gotong royong dadakan ketika musim lomba. Because what? Karena bersih sudah membudaya, ia hidup di dalam setiap jiwa,” imbuhnya.
Ryan tentunya tak sekadar omon-omon, setidaknya, warga RT 01 RW 03 Komplek Rindang Alam, sudah membuktikan hal itu.
”Alhamdulillah, jika tahun lalu RT 01 RW 03 Komplek Rindang Alam keluar sebagai terbaik II pada ajang PRA 2025, kali ini di PRA sesi I tahun 2026, RT 01 berhasil melesat ke peringkat I,” ucapnya dengan muka berbinar.
Lurah Koto Lua, Susi Purnama Sari yang ditemui terpisah, berharap budaya hidup bersih dan cinta akan lingkungan yang sehat, tentunya harus terus dibudayakan.
“Apa yang dilakukan oleh Pak RT 01 RW 03 Komplek Rindang Alam, pantas diapresiasi oleh RT- RT lainnya di Koto Lua,” kata Buk Lurah memberi motivasi. (*/ted)




