“Jejak Pendidikan”

Oleh : Nurul Jannah*)

Setiap tanggal 2 Mei, kita memperingati pendidikan. Namun yang lebih jujur adalah apakah kita benar-benar menjalaninya…atau hanya merayakannya?”

Hari Pendidikan Nasional tidak pernah kekurangan seremoni. Yang sering hilang adalah keberanian untuk bercermin.

Setiap tahun, tanggal itu datang. Spanduk terbentang. Pidato disampaikan. Media sosial dipenuhi harapan.

Semua terasa meriah. Namun di balik semua itu, ada pertanyaan yang jarang berani kita hadapi dengan jujur. Sejauh mana kita melangkah?

Pendidikan bukan hanya ruang kelas. Bukan hanya buku dan ujian.

Ia adalah proses panjang membentuk cara berpikir,
menajamkan nurani, dan melatih keberanian untuk memilih yang benar, meski tidak selalu mudah.

Pendidikan bukan hanya tentang menjadi pintar. Ia tentang menjadi utuh sebagai manusia.

Mengapa pendidikan begitu penting?

Karena dari sanalah arah bangsa ditentukan.

Bukan dari gedung yang menjulang tinggi. Bukan dari teknologi yang semakin canggih.

Tetapi dari manusia yang mampu berpikir jernih, merasakan dengan empati, dan bertindak dengan penuh tanggung jawab.

Tanpa itu, kemajuan hanya menjadi angka, namun kosong tanpa makna.

Siapa yang bertanggung jawab?

Kita sering menunjuk guru.
Kadang menyebut pemerintah. Sesekali menyalahkan sistem.

Namun pendidikan tidak pernah berdiri di satu sisi.

Ia hidup di rumah, tumbuh di sekolah, dan diuji di kehidupan masyarakat.

Orang tua.

Guru.

Lingkungan.

Kebijakan.

Semua saling terhubung. Tidak ada yang bisa berjalan sendiri.

Pendidikan bukan hanya berlangsung di sekolah.

Ia ada di meja makan, saat anak belajar mendengar dan dihargai.

Ia hadir di jalanan, saat remaja belajar memilih arah hidupnya.

Ia tumbuh di ruang kerja, saat integritas diuji tanpa pengawasan.

Setiap ruang adalah tempat belajar, bagi mereka yang mau membuka mata.

Kapan pendidikan dimulai?

Bukan saat anak-anak masuk sekolah. Bukan saat mereka mengenal huruf.

Pendidikan dimulai sejak seorang anak merasa aman, belajar percaya, dan belajar memahami dunia di sekitarnya.

Dan pada kenyataannya,
pendidikan tidak pernah selesai. Ia berjalan sepanjang hidup.

Bagaimana kita menjalaninya?

Di sinilah kejujuran diuji.

Apakah kita mendidik untuk memahami, atau hanya untuk menghafal?

Apakah kita membimbing
atau hanya menuntut hasil?

Apakah kita membangun karakter, atau hanya mengejar angka?

Jawaban di atas akan menentukan arah generasi berikutnya.

Sejauh mana kita melangkah?

Hari ini, kita memiliki lebih banyak akses. Lebih banyak teknologi. Lebih banyak kesempatan.

Namun di sisi lain, masih ada anak yang belajar dalam keterbatasan. Masih ada guru yang berjuang tanpa dukungan memadai. Masih ada pendidikan yang terasa jauh dari keadilan.

Kemajuan berjalan, namun belum sepenuhnya menjangkau semua.

Wajah pendidikan hari ini

Ia penuh harapan, namun juga penuh pekerjaan rumah.

Ada inovasi. Ada semangat baru. Ada generasi yang lebih berani bermimpi.

Namun juga ada kelelahan.
Ada tekanan. Ada ketimpangan. Ada arah yang kadang kehilangan makna.

Kita tidak kekurangan kecerdasan. Yang sering hilang adalah kedalaman.

Renungan Kecil

Setiap tanggal 2 Mei, kita diingatkan. Namun peringatan bukanlah tujuan.

Ia hanya pintu untuk kembali bertanya dengan jujur, apakah kita sedang membangun manusia, atau hanya mengejar pencapaian?

Pendidikan tidak akan pernah berubah jika kita hanya merayakannya setahun sekali.

Ia berubah, saat kita mulai jujur melihat kekurangan, berani memperbaiki langkah, dan tetap percaya bahwa setiap anak berhak tumbuh dengan layak.

Dan mungkin, yang paling perlu kita jaga hari ini bukan hanya sistemnya, melainkan hati kita sendiri, agar tetap percaya, bahwa setiap anak berhak tumbuh dengan layak, dan setiap langkah kecil hari ini adalah bagian dari masa depan bangsa.

Dan, bahwa pendidikan adalah jalan panjang yang harus kita tempuh bersama.🌹❤️

Bogor, 2 Mei 2026

Nurul Jannah adalah seorang dosen lingkungan di IPB University, lulusan doktor lingkungan dari Hiroshima University, penulis produktif, dan penggerak literasi*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *