Oleh : Ustad Islami Azmam, S.H,.*)
Muharram bukan sekadar pergantian angka tahun. Muharram adalah momentum untuk melakukan evaluasi diri.
Jika dalam kehidupan dunia, setiap pergantian tahun orang membuat laporan dan perencanaan baru, maka sebagai seorang muslim kita juga perlu bertanya kepada diri sendiri, sudah sejauh mana kualitas iman, ibadah, dan akhlak kita selama setahun yang lalu?
Kalender Hijriyah dimulai dengan peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, tetapi perpindahan menuju keadaan yang lebih baik.
Karena itu, setiap datang tahun baru Hijriyah, kita diajak untuk berhijrah dari kemalasan menuju semangat ibadah, dari kebiasaan buruk menuju kebiasaan baik, dari maksiat menuju ketaatan.
Rasulullah SAW bersabda, “Orang yang cerdas adalah orang yang mengoreksi dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan bahwa setiap muslim harus selalu melakukan muhasabah. Jangan sampai tahun berganti, tetapi dosa dan kesalahan tetap sama. Jangan sampai usia bertambah, tetapi amal saleh tidak bertambah.
Untuk memaksimalkan perubahan diri menuju yang lebih baik perlu dilakukan diantaranya,
1. Evaluasi Amal.
Renungkan kembali target ibadah, relasi dengan sesama, dan kesalahan di masa lalu agar tidak terulang.
2. Perbanyak Istigfar.
Mengingat Muharram adalah salah satu bulan yang dimuliakan, memperbanyak istighfar menjadi kunci membersihkan hati.
3. Tingkatkan Ibadah.
Tentu dengan memaksimalkan ibadah wajib dan sunnah, seperti memperbanyak sedekah, shalat lail, membaca Al-Qur’an, dan menjaga lisan dari perbuatan buruk.
Mari kita jadikan tahun baru Hijriyah ini sebagai titik awal perubahan. Jika selama ini shalat berjamaah masih kurang, mari kita tingkatkan.
Jika selama ini shalat sunat rawatib masih kita tinggalkan, mari kita rutinkan. Jika selama ini masih mudah menyakiti orang lain dengan lisan dan tulisan, mari kita perbaiki. Jika selama ini hubungan dengan Allah dan sesama manusia belum baik, mari kita benahi semuanya.
Allaahu a’lam wabaarakallaah []
Penulis Instruktur Pendidikan Agama Islam di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tuah Sakato Provinsi Sumatera Barat*)
