PADANG PARIAMAN, FOKUSSUMBAR.COM – PKBM Raudhatul Ullum menggelar pelatihan membuat kue basah dan kue kering yang diikuti sekitar 30 peserta dari Nagari Koto Dalam Selatan dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut berlangsung di PKBM Raudhatul Ullum yang berlokasi di Padang Sago Randah, Nagari Koto Dalam Selatan, Kecamatan VII Koto Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat hingga Minggu (24-26/7/2026).
Pelatihan ini dihadiri oleh Ketua PKBM Raudhatul Ullum, Roustanuddin, S.Pt., M.M., Walinagari Koto Dalam Selatan terpilih, Dewi Rahmayanti, S.E., Plt. Walinagari Koto Dalam Selatan, Syafna Ramadhani, S.E., Walikorong Padang Sago Randah, Dedi Sendri, S.Pd.I., serta Direktur RDF Market Indonesia, Riko Putra Sumbari.
Ketua PKBM Raudhatul Ullum, Roustanuddin, mengaku terharu sekaligus bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, khususnya dalam bidang usaha kuliner rumahan dan UMKM.
“Saya sangat terharu dan bangga melihat semangat masyarakat mengikuti pelatihan membuat kue basah dan kue kering ini. Semoga keterampilan yang diperoleh dapat membantu meningkatkan penghasilan keluarga dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Nagari Koto Dalam Selatan,” ujarnya.
Roustanuddin juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar, terutama yang berorientasi pada peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, Direktur RDF Market Indonesia, Riko Putra Sumbari, menyampaikan dukungan penuh terhadap program yang dijalankan oleh PKBM Raudhatul Ullum. Ia menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat di Nagari Koto Dalam Selatan.
“Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini dan siap bekerja sama dengan PKBM Raudhatul Ullum dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan masyarakat,” kata Riko.
Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam membuat aneka kue, tetapi juga diharapkan mampu mengembangkan usaha mandiri yang dapat menambah pendapatan keluarga. Kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di Kabupaten Padang Pariaman. (bima)
