Kolom  

Selagi Pemerintahan Diwarnai Korupsi Jangan Harap Ekonomi Rakyat Bisa Bangkit

Oleh: Bustami Narda*)

Mengapa pemerintahan korup sangat dibenci rakyat negara manapun di muka bumi ini? Karena korupsi yang dilakukan penyelenggara negara sangat menyengsarakan rakyat.

Kenapa korupsi menyengsarakan rakyat? Karena uang negara yang dikumpulkan dari rakyat berupa pajak dan pendapatan non pajak yang harusnya bisa disalurkan pada rakyat dalam bentuk bantuan baik bantuan modal usaha bagi rakyat yang berbisnis, bantuan untuk rakyat miskin dan orang lanjut usia dalam bentuk bantuan sosial maupun penyaluran uang dalam bentuk pembangunan infrastruktur berupa pembangunan jalan, irigasi, gedung sekolah, puskesmas dan yang lainnya, di jadikan pengisi kantong pribadinya oleh pejabat korup.

Jika diukur-ukur, jauh lebih parah akibat yang ditimbulkan perampok jenis korupsi ini dibandingkan perampok biasa yang hanya merugikan satu orang atau satu keluarga yang hartanya dia rampok.

Walaupun yang namanya perampok tak ada yang baik. Kalau perampok jenis koruptor bisa merugikan ribuan bahkan ratusan ribu orang. Sebab, uang negara yang seharusnya bisa diberikan kepada ribuan bahkan ratusan ribu penerima bantuan, dinikmati satu orang atau beberapa orang koruptor saja.

Tanda-tanda pemerintahan korup itu sudah terlihat sejak masih dalam proses pemilihan. Antara lain tanda-tandanya, dalam masa proses pemilihan dia cenderung curang atau melanggar ketentuan pemilihan.

Jadi, suatu kontestan dalam suatu pemilihan, apakah Pilpres, Pilkada atau Pemilu Legislatif (Pilleg), kalau di saat proses pemilihan berlangsung dia cenderung curang, kalau dia menang nanti besar kemungkinan kepemimpinannya akan korup.

Kenapa demikian, karena korupsi itu sama dengan curang dan melanggar aturan. Ketika dalam proses menjadi pemimpin saja sudah berani curang, tidak jujur dan melanggar aturan, apalagi setelah memimpin, setelah kekuasaan berada di tangannya.

Sebenarnya di negara serendah apapun kualitas rakyatnya, tidak ada rakyatnya yang suka dengan calon pemimpin curang. Tetapi masalahnya, calon pemimpin curang sangat pintar mencurangi suara pemilihnya.

Calon pemimpin curang tidak segan memanipulasi suara rakyat. Dia tidak peduli dengan etika, moral bahkan dengan dosa sekalipun. Dia tak punya rasa malu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.

Dengan demikian, tidak bisa disalahkan rakyat kalau di suatu negara, kontestan atau calon curang memenangkan suatu kontestasi, karena bisa jadi dia memang bukan karena dipilih rakyat tetapi karena memanipulasi suara rakyat.

Karena itu, selagi suatu pemerintahan di suatu negara masih diwarnai korupsi, jangan harap ekonomi rakyat di negara tersebut akan bisa bangkit. Yang bakal melaju naik adalah ekonomi para pejabatnya karena kecampinannya menilep uang rakyat untuk memperbengkak kantongnya.

Bagi pemerintahan korup tidak perlu pendidikan berkualitas dan tidak perlu pula rakyatnya kaya, karena semua itu menurut pemimpin korup akan menghambat kelanggengan kekuasaannya. Kalau rakyat cerdas dan ekonomi baik, pemimpin korup akan kesulitan memanipulasi suaranya dan membeli suaranya. Itulah pemerintahan yang dipegang pemimpin korup. []

Wartawan Senior, Penulis Buku, Tinggal di Jakarta *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *