HUT RI ke-81, Warga Siguntur Enggan Pasang Bendera, Robi Binur: “Kemerdekaan Belum Dirasakan”

Pemasangan bendera Merah dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, terlihat masih minim di sejumlah rumah warga. (foto; ist)

PESISIR SELATAN, FOKUSSUMBAR.COM – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kanagarian Siguntur, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, menjadi sorotan. Di tengah suasana menyambut hari kemerdekaan, pemasangan Bendera Merah Putih di sejumlah rumah warga disebut masih minim.

Tokoh masyarakat Siguntur yang juga anggota DPRD, Robi Binur, menyebut kondisi tersebut tidak terlepas dari keresahan masyarakat terhadap persoalan ekonomi yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Robi, sebagian masyarakat merasa kemerdekaan yang telah berlangsung selama 81 tahun belum sepenuhnya memberikan perubahan terhadap kesejahteraan mereka.

“Tidak adanya pemasangan bendera di masyarakat karena sudah 81 tahun Indonesia merdeka, tetapi belum dirasakan merdeka oleh masyarakat Siguntur,” ujar Robi.

Ia mengatakan, persoalan ekonomi menjadi salah satu keluhan utama masyarakat. Harga kebutuhan pokok dinilai semakin mahal, sementara pendapatan masyarakat dari sektor perkebunan justru belum memberikan hasil yang memadai.

BACA JUGA :  3.500 Koperasi di Sumbar, Belum Separuh Aktif

“Segala-galanya mahal, ekonomi merosot. Gambir murah, karet murah, bahan pokok mahal,” katanya.

Kondisi tersebut, menurut Robi, sangat dirasakan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari hasil perkebunan. Ketika harga komoditas turun, masyarakat tetap harus memenuhi kebutuhan keluarga yang terus meningkat.

Robi juga mengaku tidak memasang Bendera Merah Putih di rumahnya pada momentum HUT ke-81 RI. Ia menyebut keputusan tersebut berkaitan dengan posisinya sebagai anggota DPRD sekaligus bagian dari masyarakat Siguntur.

“Kenapa di rumah saya tidak saya pasang, apalagi saya sebagai anggota DPRD. Saya takut jadi omongan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menggambarkan kemungkinan komentar masyarakat apabila dirinya memasang bendera sementara sebagian warga tidak melakukannya. “Robi tu iyo nyo pasang di rumah he bendera nyo, lah merdeka,” kata Robi.

BACA JUGA :  Kanwil BPN Sumbar Ekspose NPGT WP3WT, Data Spasial Jadi Dasar Penataan Ruang dan Pembangunan

Menurutnya, sikap tersebut bukan berarti masyarakat tidak mencintai Indonesia atau tidak menghargai jasa para pahlawan. Namun, ia ingin menunjukkan bahwa masih ada persoalan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat dan membutuhkan perhatian pemerintah.

Ia berharap pemerintah dapat lebih serius memperhatikan kondisi ekonomi masyarakat di tingkat nagari. Menurutnya, harga gambir dan karet sebagai komoditas yang menjadi sumber penghasilan masyarakat perlu mendapat perhatian agar petani memperoleh pendapatan yang lebih layak.

Selain persoalan harga komoditas, mahalnya kebutuhan pokok juga dinilai semakin menekan daya beli masyarakat. Kondisi itu, kata Robi, membuat sebagian masyarakat merasa kehidupan ekonomi mereka belum benar-benar mengalami kemajuan.

Robi menilai kemerdekaan tidak semestinya hanya diukur dari perayaan seremonial atau banyaknya bendera yang berkibar. Baginya, kemerdekaan juga harus tercermin dari kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan hidup, memperoleh penghasilan layak, dan menikmati kesejahteraan.

BACA JUGA :  Kantah Pessel Perkuat Pengelolaan Pengaduan melalui Monitoring dan Evaluasi SP4N-LAPOR!

Ia berharap HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi pemerintah untuk turun langsung mendengarkan keluhan masyarakat dan mencari solusi terhadap berbagai persoalan ekonomi yang mereka hadapi.

Pernyataan Robi tersebut sekaligus menjadi kritik dan aspirasi dari masyarakat Siguntur. Di balik minimnya pemasangan Bendera Merah Putih yang disebutkannya, terdapat harapan agar makna kemerdekaan tidak berhenti pada simbol, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan dan kehidupan yang lebih layak. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *