JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM – Kesenjangan antara teori di bangku kuliah dengan kebutuhan riil di dunia kerja penyiaran menjadi perhatian serius organisasi mahasiswa nasional.
Menjawab persoalan tersebut, PP FORKOMNAS KPI melakukan audiensi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat pada Selasa (4/8/2026), untuk merumuskan langkah nyata pembinaan dan peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang media.
Pertemuan yang dipimpin oleh Koordinator Pusat PP FORKOMNAS KPI, Nur Mahmudi, beserta jajaran pengurus diterima dengan sangat terbuka oleh Komisioner KPI Pusat, Evri Rizqi Monarshi.
Diskusi panjang kedua belah pihak bermuara pada gagasan besar: menyinergikan peran lembaga regulator dengan potensi mahasiswa di seluruh daerah demi mencetak lulusan yang berketerampilan tinggi dan siap kerja.
Dua agenda besar yang dimatangkan dalam audiensi ini adalah Sekolah Jurnalis Tingkat Nasional dan Program Magang Nasional. Sekolah Jurnalis dirancang secara komprehensif untuk melatih keahlian teknis jurnalistik, pemahaman etika media, hingga strategi pengelolaan konten digital.
Pelatihan ini bakal menghadirkan jurnalis senior, praktisi media, akademisi, hingga jajaran regulator penyiaran sebagai mentor dan narasumber utama.
Sementara pada Program Magang Nasional, KPI Pusat membuka pintu bagi para mahasiswa untuk menyelami dunia kerja kelembagaan secara nyata. Mahasiswa yang direkomendasikan oleh PP FORKOMNAS KPI akan mendapatkan pengalaman berharga mengenai cara kerja pengawasan siaran nasional, penyusunan regulasi, hingga strategi komunikasi publik secara langsung dari sumbernya di lembaga penyiaran negara.
Nur Mahmudi menyatakan optimismenya bahwa kolaborasi ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi mutu lulusan prodi KPI dan ilmu komunikasi secara umum.
Di sisi lain, Evri Rizqi Monarshi menegaskan bahwa KPI Pusat sangat membutuhkan kontribusi pemikiran dan energi anak muda untuk mengawal kualitas siaran di tanah air.
Audiensi tersebut diakhiri dengan komitmen penyusunan langkah teknis agar kedua program prioritas ini dapat segera direalisasikan demi mendukung terciptanya ekosistem penyiaran yang sehat menuju visi Indonesia Emas 2045. (yuwanda)
