Bangun Sekolah Darurat, JEMARI Sakato dan Pemerintah Nagari Bunga Tanjung Dorong Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana

Para murid Sekolah Dasar amat bahagia belajar di Ruang Belajar Sementara atau Temporary Learning Space (TLS) di SDN 11 Bungo Tanjuang. (foto; ist)

BUNGO TANJUANG, FOKUSSUMBAR.COM – Bertempat di kawasan Masjid Baitul Makmur, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, tanggal 5 Agustus 2026, dilangsungkan peresmian bangunan Ruang Belajar Sementara  atau Temporary Learning Space (TLS) untuk SDN 11 Bungo Tanjuang.

Peresmian TLS dilakukan oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra SE,MM yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi, Politik, dan Hukum, Dr. Drs. H. Erizanur, M.Si. Wali Nagari Bungo Tanjuang Yudisthira Anuggraha, S.Pd. NL.P, dalam laporannya menyampaikan Ruang belajar Sementara atau TLS ini dibangun atas dukungan NGO JEMARI Sakato Sumatera Barat melalui pembiayaan lembaga International Save The Children Indonesia.

Yudisthira menyebutkan bahwa TLS sudah digunakan untuk proses belajar mengajar sejak tanggal 21 Juli 2025 yang lalu. Pemindahan proses belajar mengajar karena bangunan sekolah induk SDN 11 mengalami bencana tanah bergerak pada bulan November 2025 yang lalu. Bencana ini telah menyebabkan beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan dan serta kemiringan ke arah jurang yang berada di sekeliling bangunan sekolah.

Penyerahan bantuan tas dan alat tulis belajar untuk murid-murid SD. (foto; ist)

Pemindahan proses belajar mengajar ini untuk menjamin agar warga belajar berada dalam situasi yang aman. Pada kesempatan sambutan yang sama, senada dengan Wali Nagari  bunga Tanjuang, Kepala Sekolah SDN 11 Bungo Tanjuang Armiati, S.Pd.SD secara khusus menyampaikan permohonan mendesak kepada Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dan instansi berwenang agar dapat mengupayakan pembangunan struktur pengaman tebing berupa turap, bronjong, atau dam pengendali di sekeliling bangunan sekolah yang memiliki  ketinggian jurang  lebih kurang 20 meter.

BACA JUGA :  Lisda Hendrajoni Ajak Anak Yatim dan Piatu dari Padang, Pesisir Selatan, dan Padang Panjang Nobar Film "Anak-Anak Bambu"

Menyikapi hal ini, Drs. H. Erizanur, M.Si. atas nama Bupati dalam sambutannya memerintahkan Bappeda dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar segera melakukan kajian untuk upaya mitigasi di bangunan sekolah induk.

“Saya berharap hasil kajian dan rencana untuk penyelamatan bangunan sekolah SDN 11 ini dapat dilakukan  segera. Jika memungkinkan untuk pembiayaan di Perubahan APBD 2026 atau di perencanaan APBD 2027.”  tegas Erizanur kepada Perwakilan Bappeda yang hadir dalam peresmian TLS ini.

Acara peresmian yang berlangsung khidmat sejak pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh berbagai unsur penting daerah, di antaranya perwakilan Bupati Tanah Datar (Staf Ahli Bidang Ekonomi, Politik, dan Hukum Bapak Dr. Drs. H. Erizanur, M.Si), Anggota DPRD Tanah Datar Komisi 1, Bappeda Litbang Tanah Datar, Camat Batipuh Jimmi Saputra, S.Sos., Wali Nagari Bungo Tanjuang Yudisthira Anuggraha, S.Pd., NL.P., Direktur Eksekutif JEMARI Sakato Robi Syafwar, S.H., M.H., Kalaksa BPBD Tanah Datar, Kepala UPT SDN 11 Bungo Tanjuang bersama majelis guru, tokoh masyarakat, Pengurus Mesjid Baitul Makmur serta wali murid.

Urgensi Mitigasi dan Tantangan Geologis di SDN 11 Bungo Tanjuang

Wali nagari Bunga Tanjuang menyebutkan bahwa bangunan induk SDN 11 Bungo Tanjuang mendapatkan dana rehabilitasi (revitalisasi) sebesar Rp1.087.000.000,-. Saat ini proses pembangunan akan memasuki tahap finishing untuk perbaikan ruang.

Namun demikian, proses revitalisasi ini tidak serta merta menyelamatkan bangunan dari ancaman bencana lanjutan.

Kami sudah mendatangkan ahli geologi dari Kementrian ESDM RI untuk melakukan kajian pergerakan tanah. Berdasarkan laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No 1723.Lap/GL.03/BGL/2025 tanggal 18 Desember 2025, bahwa telah terjadi peristiwa gerakan tanah di lokasi UPT SD 11 seluas 2.890 m² yang berakibat pada terjadinya kerusakan sebagian bangunan sekolah.

BACA JUGA :  NEGERI DI ATAS AWAN

Badan Geologi merekomendasikan untuk relokasi sekolah untuk menjamin keberlangsungan layanan pendidikan sekaligus melindungi keselamatan peserta didik dan tenaga pendidik. Lebih lanjut Yudhistira menyebutkan posisi mushalla sekolah semakin miring dan lantai ruang kelas sudah retak-retak akibat pergeseran tanah yang terus menerus.

Oleh karena itu, kehadiran TLS dari JEMARI Sakato dan Save the Children ini tetap sangat krusial dan berguna untuk mitigasi bencana ke depan.” Mengingat alokasi dana revitalisasi yang diterima hanya difokuskan untuk rehabilitasi bangunan induk tanpa mencakup pembangunan penahan tebing, ancaman longsor susulan dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan para siswa dan guru.

Komitmen Perlindungan Anak dan Satuan Pendidikan Aman Bencana

Direktur Eksekutif JEMARI Sakato, Robi Syafwar, SH, MH menekankan pentingnya pemenuhan standar Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Pembangunan TLS ini dirancang secara strategis dan adaptif terhadap risiko bencana, mengingat wilayah Sumatera Barat dan Kabupaten Tanah Datar dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar akibat bencana hidrometeorologi.

JEMARI memberikan dukungan  kepada pihak sekolah dan Pemerintah Nagari yang sangat memikirkan keselamatan warga belajar. Demikian juga dukungan pihak orang tua, Pengurus mesjid dan berbagai pihak ini merupakan hal yang mahal dan harus mendapatkan apresiasi dari pemerintah daerah. Lebih lanjut JEMARI Sakato akan menjalin kerjasama lebih intensif dengan Nagari Bunga Tanjuang khususnya dan Pemerintah Tanah datar umumnya untuk upaya-upaya pengurangan resiko bencana.

BACA JUGA :  Pemko Payakumbuh Dukung Percepatan Sertifikasi Halal untuk Meningkatkan Daya Saing UMKM

Selain peresmian ruang belajar sementara, dalam rangkaian acara tersebut juga diserahterimakan paket Climate Emergency Kit (bantuan dari FECO dan CAEC / institusi kerja sama China-ASEAN di bidang lingkungan) yang diserahkan kepada pihak sekolah melalui Bupati untuk mendukung kesiapsiagaan darurat di lingkungan satuan pendidikan.

Kordinator program TLS JEMARI Sakato, Affifa Syah, ST menyebutkan bahwa paket Climate Emergency Kit ini akan menjadi aset sekolah dan diharapkan dapat digunakan dalam keadaan darurat. JEMARI Sakato akan senantiasa melakukan kordinasi dengan berbagai jaringan untuk bisa mendukung program-program pengurnagan resiko bencana di Sumatera Barat.

Acara peresmian ditutup dengan peninjauan langsung fasilitas TLS oleh jajaran pemerintah daerah dan tamu undangan. Pemerintah Nagari Bungo Tanjuang menegaskan bahwa fasilitas TLS ini kelak, apabila bangunan utama telah sepenuhnya stabil, akan menjadi aset nagari dan mendukung kegiatan keagamaan masyarakat, seperti TPA atau kegiatan positif lainnya di sekitar Masjid Baitul Makmur.

Dilaporkan : Affifa Syah Raudhatul Jannah, ST, Koordinator Program TLS JEMARI Sakato

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *