Menata Arah, Menghadirkan Identitas: Inovasi Mahasiswa KKN UNP melalui Petunjuk Arah dan Maskot Pertama Nagari Koto Ranah

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang bersama anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) memasang plang penunjuk arah yang memuat empat petunjuk menuju Embung, Koto Tinggi, Koto Besar, dan Koto Gadang di Nagari Koto Ranah. (foto; ist)

DHARMASRAYA, FOKUSSUMBAR.COM – Sebuah palang petunjuk arah mungkin tampak biasa bagi sebagian orang. Namun, bagi warga dan pengunjung yang baru pertama kali datang ke Nagari Koto Ranah, palang petunjuk arah tersebut menjadi alat bantu yang sangat penting untuk menemukan lokasi tujuan dengan lebih mudah.

Di balik eksistensi tanda itu tersimpan cerita mengenai kerja sama antara mahasiswa, pemerintah nagari, dan masyarakat yang berawal dari kepedulian terhadap kebutuhan lingkungan sekitarnya. Tidak hanya menyediakan palang petunjuk arah yang baru, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun 2026 juga menghadirkan sebuah kejutan berupa maskot pertama Nagari Koto Ranah sebagai identitas visual yang baru untuk nagari tersebut.

Setibanya di Nagari Koto Ranah, Kecamatan Koto Besar, Kabupaten Dharmasraya, 25 mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang pertama-tama melaksanakan observasi di lapangan untuk memahami situasi dan kebutuhan penduduk setempat.

Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang menyerahkan maskot GATRA kepada Pemerintah Nagari Koto Ranah sebagai identitas visual pertama nagari. (foto; ist)

Usai berdiskusi dengan semua anggota kelompok, mahasiswa sepakat untuk merancang program kerja yang tidak hanya bermanfaat selama KKN berlangsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk waktu yang lebih lama. Dari hasil pembicaraan itu, muncul dua program utama, yakni revitalisasi petunjuk arah dan desain maskot Nagari Koto Ranah.

Hasil pengamatan menunjukkan bahwa petunjuk arah yang sudah ada sebelumnya mulai mengalami kerusakan dan informasi yang tersedia belum mencakup semua lokasi penting di nagari. Situasi ini membuat masyarakat dan pendatang masih sering menghadapi kesulitan dalam menemukan beberapa lokasi tujuan.

Mengingat masalah ini, mahasiswa KKN merencanakan pembuatan satu palang petunjuk arah yang mencakup empat arah menuju Embung, Koto Tinggi, Koto Besar, dan Koto Gadang. Keempat arah tersebut dipilih karena merupakan tempat yang sering dikunjungi oleh masyarakat dan pendatang.

BACA JUGA :  HUT RI ke-81, Warga Siguntur Enggan Pasang Bendera, Robi Binur: “Kemerdekaan Belum Dirasakan”

Program ini mendapatkan respons yang baik dari Pemerintah Nagari Koto Ranah yang memberikan dukungan untuk pelaksanaan pengadaan petunjuk arah guna meningkatkan akses informasi bagi masyarakat dan pendatang. Pemilihan lokasi untuk pemasangan dilakukan melalui kerja sama dengan para pemuda setempat serta mendapatkan persetujuan dari Sekretaris Wali Nagari agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dalam proses pemasangan, mahasiswa KKN dari Universitas Negeri Padang bekerja sama dengan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM). Kerja sama ini menggambarkan sinergi antara mahasiswa dan organisasi masyarakat dalam mewujudkan sarana informasi yang berguna bagi masyarakat.

Sebelum pemasangan, mahasiswa dan para pemuda merancang desain petunjuk arah dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti bentuk, dimensi, dan informasi yang ingin disampaikan. Setelah desain final, semua bahan dikumpulkan, kemudian tahap pembuatan dilakukan hingga akhirnya petunjuk arah dapat dipasang di lokasi yang telah ditentukan.

Diharapkan kehadiran petunjuk ini dapat mempermudah masyarakat dan pendatang dalam menemukan tempat, menciptakan suasana yang lebih teratur, serta menjadi hasil kerjasama yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.

Namun, bagi Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang, memberikan dukungan kepada masyarakat tidak hanya sebatas memberikan petunjuk arah. Nagari juga memerlukan identitas yang dapat memperkenalkan karakteristik dan potensi daerah kepada publik. Berdasarkan pemikiran tersebut, mahasiswa menciptakan sebuah inovasi yang belum ada sebelumnya di Nagari Koto Ranah, yakni maskot nagari.

Maskot yang dikenal dengan nama GATRA diciptakan sebagai simbol dari identitas Nagari Koto Ranah. Karakter utamanya menggambarkan Barongan dalam gaya kartun chibi, sehingga terlihat ramah, menarik perhatian, dan gampang diingat oleh berbagai kalangan, terutama bagi anak-anak.

BACA JUGA :  Raih Popular Government Institutions Award 2026, Kinerja Komunikasi Publik Kementerian ATR/BPN Kembali Diakui

Setiap elemen pada maskot membawa makna yang mencerminkan kekayaan Nagari Koto Ranah. Kepala Barongan melambangkan kekayaan seni dan budaya, mahkota menjadi simbol adat serta kehormatan masyarakat Minangkabau, buah semangka menggambarkan potensi pertanian unggulan, dan buah kelapa sawit melambangkan sektor perkebunan, yang merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat. Pakaian yang bermotif Minangkabau mencerminkan identitas budaya, sedangkan ekspresi ceria mencerminkan masyarakat Nagari Koto Ranah yang ramah, terbuka, dan penuh semangat.

Menariknya, mahasiswa sepenuhnya menciptakan maskot itu sebagai sebuah kejutan untuk pihak pemerintah nagari. Dalam tahapan perencanaannya, mahasiswa menahan diri untuk tidak memberitahukan rencana tersebut kepada pihak nagari, dengan tujuan memberikan sesuatu yang benar-benar baru dan mengesankan. Setelah semua tahapan selesai, maskot GATRA secara resmi diserahkan kepada Wali Nagari Koto Ranah pada tanggal 2 Agustus 2026.

Momen di mana maskot diserahkan menjadi salah satu pengalaman yang paling tak terlupakan dalam kegiatan KKN. Sekretaris Wali Nagari terlihat tersenyum dan terkejut saat mahasiswa memperkenalkan GATRA sebagai maskot pertama Nagari Koto Ranah. Ia menyatakan bahwa selama ini nagari tidak pernah memiliki maskot, bahkan pemerintah nagari sendiri tidak pernah memikirkan untuk menciptakan sebuah identitas visual seperti ini.

“Program ini sangat berkesan, terutama maskotnya. Selama ini Nagari Koto Ranah belum memiliki maskot, bahkan kami sendiri tidak pernah terpikir untuk membuatnya. Kehadiran GATRA menjadi identitas baru bagi nagari,” ungkap Sekretaris Wali Nagari Koto Ranah.

Apresiasi ini tidak berhenti pada saat pemberian maskot. Pemerintah nagari juga memiliki rencana untuk mengembangkan GATRA dalam bentuk boneka yang berfungsi sebagai alat promosi dan simbol Nagari Koto Ranah. Rencana ini menunjukkan bahwa hasil karya mahasiswa tidak berhenti sebagai luaran dari program KKN, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus digunakan dan dikembangkan oleh pemerintah nagari.

BACA JUGA :  Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

Program KKN Mahasiswa Universitas Negeri Padang ini menciptakan satu palang petunjuk arah yang berisi empat petunjuk menuju tempat-tempat penting di Nagari Koto Ranah, serta sebuah maskot pertama Nagari Koto Ranah sebagai simbol visual nagari. Kedua inovasi ini tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses informasi, tetapi juga memperkuat citra Nagari Koto Ranah dengan identitas yang unik dan mudah dikenali.

Bagi mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang, pengabdian kepada masyarakat diukur tidak hanya dari jumlah kegiatan yang dilakukan, namun juga dari dampak yang masih dirasakan oleh masyarakat setelah mereka kembali ke kampus. Melalui petunjuk arah dan maskot GATRA, mahasiswa berharap agar masyarakat lebih mudah dalam mengenali tempat-tempat penting di nagari serta memiliki identitas visual yang dapat dipakai untuk memperkenalkan potensi budaya, pertanian, dan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas.

Kerja sama antara mahasiswa, Pemerintah Nagari Koto Ranah, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan para pemuda dalam tahap perencanaan membuktikan bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari program berskala besar.

Inovasi sederhana yang muncul dari observasi, kepedulian, dan kolaborasi dapat memberikan efek positif yang nyata untuk masyarakat. Palang petunjuk arah akan terus memandu setiap orang yang datang ke Nagari Koto Ranah, sedangkan GATRA diharapkan menjadi representasi baru yang memperkenalkan identitas nagari kepada khalayak yang lebih luas. []

Dilaporkan : Cantika, Mahasiswa KKN UNP*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *