Di Balik JMSI Awards 2026, Ada Kisah Guru yang Mengabdi Tanpa Gaji di Ujung Negeri

Penerima penghargaan JMSI Award 2026 berswafoto bersama Ketua JMSI Sumbar, Aguswanto, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi dan pengurus JMSI pusat. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Di tengah kemeriahan pelantikan Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Barat, Sabtu (29/8/2026), sebuah penghargaan menghadirkan kisah yang berbeda.

Bukan tentang popularitas. Bukan pula tentang gemerlap jabatan. Kisah itu datang dari seorang guru yang memilih mengabdikan dirinya jauh dari pusat kota, di sebuah daerah yang berada di kawasan 3T.

Dialah Rabiatul Adawiyyah, pengajar di Desa Matotonan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, yang menerima JMSI Awards 2026 sebagai Tokoh Pendidikan. Rabiatul mengajar anak-anak di Matotonan tanpa menerima gaji.

Di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis yang tidak mudah, ia tetap memilih bertahan. Baginya, pendidikan anak-anak di wilayah tersebut adalah sesuatu yang tidak boleh terabaikan hanya karena mereka tinggal jauh dari pusat perhatian.

Matotonan memang bukan sekadar sebuah nama di peta Sumatera Barat. Desa tersebut berada di kawasan 3T—tertinggal, terdepan dan terluar—yang memiliki tantangan tersendiri dalam akses pendidikan maupun pelayanan dasar.

Namun, keterbatasan itu tidak membuat Rabiatul berhenti melangkah. Ia tetap mengajar, mendampingi dan memberikan waktu serta tenaganya bagi anak-anak di sana.

Tidak ada imbalan materi yang menjadi alasan utama. Yang ada adalah keyakinan bahwa setiap anak, di mana pun mereka berada, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan meraih masa depan.

Kisah tersebut menjadi salah satu warna paling kuat dalam JMSI Awards 2026.

Baca Juga :  Wabup Yulian Efi Dukung Promosi Produk Lokal Solok Selatan di AOE 2026

Ketua Tim Penilai Anugerah JMSI Award, Dr. Hary Efendi Iskandar, mengatakan proses penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan rekam kontribusi dan pengabdian masing-masing tokoh.

Menurutnya, penghargaan tidak semata-mata diberikan berdasarkan popularitas. Nilai pengabdian, konsistensi, manfaat serta dampak yang diberikan kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam menentukan penerima penghargaan.

Lima Tokoh, Lima Jalan Pengabdian

JMSI Awards 2026 memberikan penghargaan kepada lima tokoh dengan latar belakang dan bidang pengabdian yang berbeda.

Arisal Aziz, anggota DPR RI, menerima penghargaan sebagai Tokoh Publik Terpilih. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap kiprah dan perannya sebagai wakil masyarakat di tingkat nasional.

Sementara Dewi Mina Sukmawati menerima penghargaan sebagai Tokoh Peduli Lingkungan. Dedikasinya dalam menginisiasi gerakan bank sampah menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap lingkungan.

Gerakan bank sampah tidak hanya berbicara mengenai pengelolaan sampah, tetapi juga tentang perubahan perilaku dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Penghargaan Tokoh Penanganan Bencana diberikan kepada Patra Rina Dewi, pendiri KOGAMI Sumatera Barat.

Dedikasinya dalam bidang kebencanaan dinilai penting di tengah kebutuhan Sumatera Barat untuk terus memperkuat mitigasi, edukasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Kemudian, Ronal Wahtudi, seorang pengusaha kopi, menerima penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Usaha Menengah Kecil.

Kiprahnya di dunia usaha menjadi bagian dari geliat ekonomi masyarakat. Sebab, di balik usaha kecil dan menengah terdapat lapangan pekerjaan, perputaran ekonomi dan kesempatan bagi masyarakat untuk tumbuh secara mandiri.

Baca Juga :  Gelar Rakor, Pabersi Sumbar Siap Tempur di Porprov XVI

Sedangkan Rabiatul Adawiyyah menjadi penerima penghargaan Tokoh Pendidikan.

Kisahnya memberikan warna tersendiri dalam penghargaan tersebut. Pengabdian yang Tidak Banyak Bicara

Di saat sebagian orang mungkin mengukur sebuah pekerjaan dari besarnya imbalan, Rabiatul justru memilih jalan yang berbeda.
Ia hadir di tengah keterbatasan. Mengajar. Mendampingi. Dan, memastikan anak-anak di Matotonan tetap memiliki kesempatan untuk belajar.

Pengabdiannya mungkin jauh dari sorotan. Tidak berada di panggung besar dan tidak selalu menjadi pemberitaan.

Namun, justru dari ruang kelas sederhana di daerah yang jauh dari hiruk-pikuk kota itulah, sebuah pengabdian besar berlangsung.

Penghargaan yang diterimanya bukan sekadar piala atau seremoni. Lebih dari itu, JMSI Awards 2026 menjadi bentuk penghormatan terhadap mereka yang bekerja nyata untuk masyarakat, termasuk mereka yang mengabdi dalam kesunyian.

Kisah Rabiatul juga menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak boleh hanya berbicara tentang sekolah-sekolah di perkotaan. Anak-anak di daerah 3T juga memiliki hak yang sama untuk bermimpi. Mereka berhak mendapatkan pendidikan. Mereka berhak memiliki masa depan. Dan mereka membutuhkan orang-orang yang bersedia hadir bersama mereka.

Dari Penghargaan, Lahir Sebuah Pesan

Lima penerima JMSI Awards 2026 memiliki jalan pengabdian yang berbeda.

Baca Juga :  Kejar 11 Juta Rumah MBR, ATR/BPN Targetkan Sertipikasi Tuntas 2029

Arisal Aziz berada di ruang publik. Dewi Sukmawati bergerak melalui kepedulian lingkungan. Patra Rina Dewi mengabdikan diri dalam penanganan bencana. Ronal Wahtudi ikut menggerakkan sektor usaha. Sementara Rabiatul Adawiyyah memilih mengabdi melalui pendidikan di wilayah 3T Mentawai.

Perbedaan itu justru menunjukkan bahwa ruang untuk berbuat baik bagi masyarakat begitu luas. Pengabdian tidak selalu harus dilakukan dari panggung besar. Terkadang, ia lahir dari gerakan sederhana. Dari kepedulian terhadap sampah. Dari kesiapsiagaan menghadapi bencana. Dari usaha kecil yang membuka lapangan pekerjaan. Atau dari seorang guru yang berdiri di depan kelas tanpa menerima gaji.

JMSI Awards 2026, akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni pemberian penghargaan. Ia membawa pesan bahwa kerja nyata, kepedulian dan pengabdian layak mendapatkan tempat dalam ruang publik.

Terlebih di tengah derasnya arus informasi digital, pers tidak hanya dituntut cepat menyampaikan berita, tetapi juga mampu menghadirkan cerita tentang orang-orang yang memberikan manfaat bagi masyarakat. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *