PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di bawah kepemimpinan Bapak Menteri Abdul Mu’ti telah resmi memperkuat arah kebijakan pendidikan nasional melalui pendekatan Deep Learning atau Pembelajaran Mendalam.
Pendekatan yang tertuang dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 serta Kepmendikdasmen Nomor 126/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Pembelajaran Mendalam ini menekankan tiga pilar utama: pembelajaran yang berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Guna menjawab kebutuhan guru akan model pembelajaran operasional yang selaras dengan regulasi tersebut, mahasiswa Program Doktor (S3) Pendidikan IPA Universitas Negeri Padang (UNP), Irfan Ananda Ismail, melalui penelitian disertasi doktoralnya mengembangkan inovasi pembelajaran Model Deep Guided Inquiry Learning (DGIL).
Inovasi model pembelajaran hasil riset disertasi ini diujicoba di SMPN 32 Padang, bekerja sama dengan guru mata pelajaran IPA serta melibatkan siswa di SMPN 32 Padang. Model DGIL hadir sebagai inovasi di ruang kelas agar amanat pembelajaran mendalam dari Kemendikdasmen dapat terwujud secara nyata, sehingga belajar IPA tidak lagi sekadar menghafal rumus, melainkan menyatu dengan pengalaman hidup siswa serta budaya.
Pengembang model, Irfan Ananda Ismail, M.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kebijakan pendekatan pembelajaran mendalam dari kementerian memerlukan model dengan sintaks kerja yang jelas agar dapat dioperasionalkan bapak/ibu guru di kelas.
“Kemendikdasmen melalui Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 dan Kepmendikdasmen Nomor 126/P/2025 menegaskan pentingnya pembelajaran mendalam yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Melalui penelitian disertasi ini, kami merumuskan Model DGIL sebagai inovasi di kelas khususnya pembelajaran IPA. Siswa diajak mengamati data nyata, menemukan konsep secara bertahap, lalu menghubungkannya dengan etnosains Minangkabau di sekitar siswa, seperti sains pada proses memasak randang maupun cara kerja peralatan tradisional,” tutur Irfan di SMPN 32 Padang.
Penelitian disertasi doktor dan pengembangan model pembelajaran Deep Guided Inquiry Learning (DGIL) ini dibimbing langsung oleh tim promotor dari UNP, yaitu Prof. Dr. Mawardi, M.Si. dan Prof. Dr. Desy Kurniawati, S.Pd., M.Si.
6 Langkah Model DGIL di Kelas
Agar siswa terbiasa berpikir ilmiah dengan cara yang menyenangkan, Irfan merumuskan enam langkah belajar yang disusun ke dalam Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD):
- Orientasi Fenomena. Guru membuka kelas dengan memperlihatkan kejadian nyata di lingkungan sekitar yang memantik rasa penasaran siswa.
- Eksplorasi Data Mentah. Siswa mengamati gambar, tabel data, atau hasil percobaan kecil untuk menemukan petunjuk awal.
- Konstruksi Konsep. Melalui bimbingan pertanyaan bertahap dari guru, siswa berdiskusi dalam kelompok untuk memahami konsep pelajaran tanpa langsung diberi jawaban jadi.
- Aplikasi dan Transfer Pengetahuan. Siswa menguji pemahamannya dengan menyelesaikan contoh permasalahan baru yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
- Menghubungkan dengan Etnosains Minangkabau dan Menyimpulkan. Siswa melihat keterkaitan konsep sains dengan konteks budaya dan tradisi Minangkabau, lalu merangkum kesimpulan pelajaran menggunakan bahasa mereka sendiri.
- Refleksi. Di akhir pertemuan, siswa diajak mengecek kembali hal-hal yang sudah dipahami dan bagian materi yang masih perlu dipelajari lebih dalam.
Guru Merasa Terbantu, Siswa Belajar Lebih Antusias
Penerapan Model DGIL di SMPN 32 Padang disambut positif oleh pihak sekolah. Salah satu guru IPA pendamping, Qadriati, S.Pd., M.Pd., Gr., menyampaikan bahwa kehadiran Model DGIL membuat kelas inkuiri berjalan tertib, aktif, dan fokus pada pemahaman konsep.
“Pendekatan pembelajaran mendalam sesuai arahan kementerian memang sangat kita butuhkan, dan Model DGIL ini memberikan langkah kerja yang jelas bagi guru. Anak-anak jadi lebih aktif berdiskusi, antusias ketika membahas keterkaitan materi dengan etnosains Minangkabau, dan jauh lebih percaya diri saat menyampaikan kesimpulan kelompoknya,” ujar Qadriati.
Para siswa pun mengaku belajar IPA menjadi jauh lebih seru karena siswa diajak menyelidiki jawaban dari fenomena yang sering mereka jumpai di rumah dan lingkungan sekitar.
Siap Diadaptasi untuk Sekolah Lain di Sumatera Barat
Implementasi Model DGIL di SMPN 32 Padang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sumatera Barat dalam menyukseskan agenda deep learning Kemendikdasmen.
Irfan berharap hasil penelitian disertasi doktor ini ke depan dapat dibagikan lebih luas melalui forum Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA serta berbagai kegiatan pelatihan guru di tingkat daerah maupun nasional bahkan internasional. (*/yumi)
