SOLOK, FOKUSRIAU.COM-Aktivitas pemerintahan di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terhenti sementara setelah galodo menerjang kompleks perkantoran bupati, Senin (21/9/2026) malam.
Material lumpur, batu, pasir dan kerikil masuk ke sejumlah gedung pemerintahan. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Solok mengambil langkah pencegahan dengan menghentikan sementara kegiatan tatap muka bagi aparatur sipil negara (ASN) yang berkantor di kawasan Arosuka.
Sekitar 3.000 ASN diperkirakan terdampak kebijakan tersebut. Mereka untuk sementara menjalankan pekerjaan dari rumah atau Work From Home (WFH).
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Solok, Jufrizal mengatakan, kebijakan WFH diberlakukan bagi ASN yang tempat kerjanya berada di kawasan Arosuka.
Dikatakan, kebijakan tersebut diambil untuk menjaga keamanan dan kenyamanan pegawai setelah bencana menerjang kawasan pusat pemerintahan Kabupaten Solok.
“Untuk sementara, seluruh ASN yang berkantor di Arosuka diliburkan dari masuk kantor. Mereka bekerja dengan sistem Work From Home (WFH),” kata Jufrizal.
Kebijakan itu tidak berlaku bagi seluruh ASN di Kabupaten Solok. Pegawai yang berkantor di lokasi lain tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
Jufrizal belum dapat memastikan berapa lama sistem kerja dari rumah akan diberlakukan. Kondisi kompleks perkantoran masih harus dipastikan aman sebelum aktivitas pemerintahan kembali normal.
Sejumlah Gedung Pemerintahan Dipenuhi Material Galodo
Galodo tidak menghantam seluruh gedung di kompleks perkantoran Arosuka. Namun, sejumlah kantor dilaporkan terdampak material yang terbawa arus.
Bangunan yang terdampak antara lain BKPSDM, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pertanian serta Dinas Pariwisata.
Material juga mencapai kawasan Bapelitbang, Inspektorat dan Sekretariat DPRD Kabupaten Solok. Ruang Sidang 1 dan Ruang Sidang 2 turut berada di kawasan yang terdampak.
Tidak hanya fasilitas pemerintahan, sejumlah lokasi di sekitar kompleks tersebut juga terkena dampak galodo, termasuk Rumah Makan Ena hingga kawasan SMP 5 Gunung Talang.
Banyak OPD Beraktivitas di Kompleks Arosuka
Kompleks perkantoran di Arosuka menjadi salah satu pusat aktivitas pemerintahan Kabupaten Solok. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) berkantor di kawasan tersebut.
Di antaranya kantor bupati dan sekretariat daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dinas Pendidikan, Satpol PP dan Damkar, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, BKD serta Kesbangpol.
Dinas Kominfo berada satu kawasan dengan Aula Solok Nan Indah. Banyaknya perangkat daerah yang beraktivitas di lokasi itu membuat dampak galodo terhadap operasional pemerintahan cukup luas.
Pemberlakuan WFH menjadi pilihan sementara agar pelayanan dan pekerjaan administrasi pemerintahan tetap dapat berjalan tanpa menempatkan pegawai di lokasi yang belum sepenuhnya aman.
Sampai berita ini dirilis, nilai kerugian akibat galodo belum dapat dipastikan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok masih melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap bangunan serta fasilitas yang terdampak.
Kalaksa BPBD Kabupaten Solok, Khairul, mengatakan proses pendataan masih berlangsung. Tim masih menginventarisasi dampak bencana untuk mendapatkan gambaran kerusakan secara lebih lengkap.
Galodo yang terjadi setelah hujan deras tersebut membawa material dari kawasan sekitar dan menerjang sejumlah titik di Arosuka. Pemerintah daerah masih memantau kondisi lapangan sembari memastikan kawasan perkantoran dapat kembali digunakan setelah dinyatakan aman. (t*d/bsh)






