Cerpen Yunardi Sikumbang Satirea selalu merasa hidupnya belum lengkap. Padahal, kalau dilihat orang sekampung, hidup keluarganya sudah lebih dari cukup….
Humaniora
Humaniora
Mengapa Sekolah Perlu Sanggar Sastra?
Oleh : Muhammad Subhan*) Saya senang. Kemarin, SMP Negeri 4 Padang Panjang memproklamirkan pembentukan sanggar sastra di sekolah itu. Pembukaannya…
“Ketika Langit tak Segera Menjawab”
Essay : Nurul Jannah*) Tentang Doa yang Tertahan di Ujung Waktu Pagi itu hujan turun perlahan. Di sebuah kafe kecil…
Wakaf Produktif, Solusi Ekonomi Umat yang Kian Relevan
Oleh: Prof. Asasriwarni*) WAKAF tak lagi sekadar urusan tanah dan masjid. Di era modern, wakaf justru bisa menjadi kekuatan ekonomi…
Tentang Syukur yang Sering Kita Lupakan
Puisi : Nurul Jannah*) Pagi ini aku diam sejenak, sebelum membuka gawai, sebelum menatap daftar tugas, sebelum dunia menagih ribuan…
Bumi Juga Berdoa
Essay : Nurul Jannah*) Saat Langit Tak Lagi Bening Pagi itu langit tampak murung, seakan menyimpan luka. Tak lagi sebening…
Tatkala Kata Memilih Ntuk tak Terucap
Sebuah Sesi Kehidupan Mengantar Anak Berkebutuhan Khusus ke Sekolah Oleh : Shintalya Azis*) Apa yang ada di benak seorang orang…
“Ketika Doa Para Syuhada Mengetuk Langit”
Puisi : Nurul Jannah*) Pada malam yang paling sunyi,langit pernah menampung jerit yang tak sempat menjadi suara,air mata yang mengalir…
Pecahan Batu di Bibir Sungai
Cerpen : Hendri Parjiga*) Pudin termenung di bibir sungai yang airnya mulai surut. Sejak dua bulan terakhir, kampung itu digulung…
Ketika Sayapmu Siap Terbuka
Puisi : Nurul Jannah*) Hari itu, kalian duduk berderet di bawah langit kampus yang pernah menjadi rumah,dengan toga yang bergetar…
Semua yang Kita Miliki Hanya Titipan Ilahi
Oleh : Ihsan S.Pd.I, M.Pd.,*) Seandainya saja kita tahu, bahwa apa-apa yang dianggap milik kita adalah hanya sebuah titipan, maka…
Aku dan Sang Ilahi Rabbi
Puisi : Nurul Jannah*) Aku datang pada-Mu,bukan karena aku suci,tapi karena tanpa cahaya-Mu, aku hanyalah gelap yang kehilangan arah. Segala…
“Rimal Manukallo: Nanas di Atas Batu, Cinta di Atas Harapan”
Sang Kepala Desa Tabarano yang Menumbuhkan Hidup dari Batu Essay : Nurul Jannah*) Pagi Menjelang Siang di Kebun Pondata Udara…
Dialog Sunyi dengan Sebatang Pohon
Ketika Alam Menyampaikan Doa Lewat Diamnya yang Dalam Essay : Nurul Jannah*) Saat Dunia Terlalu Bising, Pohon Mengajarku Diam Sore…
Rasa yang Tumbuh dari Sunyi
Ketika Alam Menyimpan Cinta dalam Setetes Jus Dengen: Jus Jingga dari Bumi Sorowako Essay : Nurul Jannah*) Di Balik Warna…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
