CERMIN

Oleh: Nurul Jannah*)

Selama ini, kita begitu sibuk menilai orang lain, hingga lupa memeriksa diri sendiri.

Begitu mudah mengingat luka yang diberikan orang, tetapi sering lupa menghitung berapa hati yang mungkin pernah terluka karena sikap dan kata-kata kita.

Tidak semua yang pergi harus dikejar. Tidak semua yang hilang harus disesali. Dan tidak setiap kesalahan harus kita bawa sebagai hukuman seumur hidup.

Ada yang datang untuk mengajarkan. Ada yang pergi untuk mendewasakan. Ada pula kegagalan yang awalnya kita tangisi, tetapi bertahun-tahun kemudian justru kita syukuri karena diam-diam telah mengubah arah hidup kita.

Baca Juga :  Obituari: Sjamsul Kahar, Senior yang Menjaga Api Pers Aceh

Barangkali memang begitu cara hidup bekerja.

Ia tidak selalu menjelaskan mengapa seseorang datang, mengapa sebuah pintu tertutup, atau mengapa perjalanan tiba-tiba berubah arah. Kadang jawabannya baru kita pahami setelah semuanya jauh berlalu.

Namun di antara semua yang datang dan pergi, ada satu tempat yang sesekali harus kita datangi, yaitu diri sendiri.

Refleksi diri bukan tentang menyalahkan masa lalu. Ia adalah keberanian untuk berdiri di depan cermin kehidupan dan bertanya:

“Apa yang masih harus kuperbaiki dari diriku?”

Bukan hanya bertanya siapa yang pernah menyakiti kita, tetapi pernahkah kita menyakiti mereka?

Bukan hanya mengingat siapa yang mengecewakan kita, tetapi pernahkah kita menjadi alasan seseorang kecewa?

Baca Juga :  Obituari: Sjamsul Kahar, Senior yang Menjaga Api Pers Aceh

Bukan hanya berharap dimengerti, tetapi sudahkah kita belajar memahami?

Sebab hidup bukan tentang menjadi manusia tanpa salah. Kita semua pernah keliru membaca keadaan, salah mengambil keputusan, bahkan tanpa sadar melukai orang yang sebenarnya ingin kita jaga.

Yang membedakan bukan siapa yang tidak pernah salah, melainkan siapa yang memiliki kerendahan hati untuk mengakuinya, keberanian untuk memperbaikinya, dan kebijaksanaan untuk tidak mengulanginya.

Dan, sebelum waktu benar-benar selesai, mungkin pertanyaan terpenting bukanlah: “Seberapa jauh aku telah berjalan?”

Melainkan, “Setelah sejauh ini berjalan, apakah aku telah menjadi pribadi yang lebih baik?”

Barangkali, itulah fungsi sebuah cermin, mengingatkan bahwa masih ada bagian dari diri yang perlu dibenahi sebelum sibuk menunjuk kekurangan orang lain.❤️

Baca Juga :  Obituari: Sjamsul Kahar, Senior yang Menjaga Api Pers Aceh

Bogor, 24 September 2026

Penulis | Akademisi | Pemerhati Lingkungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *