PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Menjelang penghujung masa kepengurusan, Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIK) UIN Imam Bonjol Padang memperkuat kolaborasi antarlembaga mahasiswa melalui kegiatan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (BEM FISIP) Universitas Andalas (UNAND), Sabtu (7/11/2026), bertempat di Seminar I UNAND.
Mengusung tajuk “Duduak Basamo, Bacarito Rasamo” dengan tema “Melihat Dampak Demokrasi dalam Dinamika Organisasi Mahasiswa”, kegiatan ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dan Sharing Session. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar gagasan, berbagi pengalaman, serta membangun pemahaman bersama mengenai praktik demokrasi dan dinamika organisasi mahasiswa.
Kolaborasi ini tidak sekadar menjadi agenda pertemuan antarlembaga, tetapi juga menjadi langkah untuk memperluas ruang komunikasi, mempererat hubungan kelembagaan, dan membangun semangat gerakan mahasiswa yang lebih terbuka serta kolaboratif. Melalui forum ini, kedua lembaga memiliki kesempatan untuk saling belajar mengenai bagaimana demokrasi dijalankan, bagaimana perbedaan pandangan dikelola, serta bagaimana organisasi mahasiswa dapat menghadirkan dampak yang nyata.
Melalui siaran persnya, Minggu (8/11/2026), Gubernur DEMA FDIK UIN Imam Bonjol Padang, Putra Rahmadani, menyampaikan bahwa kolaborasi ini memiliki makna tersendiri, terlebih karena dilaksanakan menjelang berakhirnya masa kepengurusan DEMA FDIK Kabinet Tridharma Mengabdi.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan atau agenda kolaborasi antarlembaga, tetapi menjadi salah satu upaya untuk meninggalkan sesuatu yang baik sebelum berakhirnya periode kepengurusan. Kami berharap hubungan yang telah dibangun bersama BEM FISIP UNAND tidak berhenti sampai di sini. Justru, pertemuan ini harus menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkap Putra.
Ia juga berharap kolaborasi tersebut dapat terus dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya, sehingga hubungan baik yang telah dibangun tidak terputus karena adanya pergantian kepemimpinan.
“Pergantian kepengurusan merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi, tetapi silaturahmi dan semangat kolaborasi tidak boleh ikut berakhir. Kami berharap kepengurusan DEMA FDIK dan BEM FISIP UNAND selanjutnya dapat meneruskan hubungan ini, bahkan menghadirkan program-program bersama yang lebih besar dan memberikan manfaat bagi mahasiswa. Sebab, keberhasilan sebuah organisasi bukan hanya tentang apa yang mampu kita lakukan selama satu periode, tetapi juga tentang apa yang bisa kita wariskan untuk generasi setelahnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Putra menegaskan bahwa organisasi mahasiswa seharusnya tidak hanya menjadi ruang untuk menjalankan program kerja, tetapi juga menjadi tempat membangun gagasan, memperluas jaringan, dan menciptakan gerakan yang berdampak. Menurutnya, kolaborasi lintas kampus merupakan salah satu cara untuk memperkaya perspektif mahasiswa dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan organisasi.
Melalui kegiatan “Duduak Basamo, Bacarito Rasamo”, DEMA FDIK UIN Imam Bonjol Padang dan BEM FISIP UNAND diharapkan dapat terus menjaga hubungan kelembagaan serta membuka ruang kolaborasi pada masa mendatang.
Pada akhirnya, berakhirnya sebuah periode kepengurusan bukan berarti berakhirnya sebuah hubungan dan perjuangan. Apa yang telah dibangun hari ini diharapkan dapat menjadi pijakan bagi kepengurusan selanjutnya untuk melanjutkan kolaborasi, menjaga silaturahmi, dan menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih progresif, solid, serta berdampak. (rls)
