Pengkajian Terpadu Muhammadiyah-Aisyiyah, Al Amin Tekankan Tiga Pilar Gerakan Muhammadiyah

Ketua Muhammadiyah kota Padang, H. Al Amin, S.Sos, MM berikan sambutannya dihadapan peserta Pengkajian Terpadu Muhammadiyah yang dihelat PCM Koto Tangah. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pengkajian Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiyah tingkat Kota Padang berlangsung hangat di Masjid Raya Nagari Koto Tangah, Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Ahad (27/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman, semangat kebersamaan, sekaligus meneguhkan kembali arah perjuangan Muhammadiyah di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Padang, H. Al Amin, S.Sos, MM, dalam sambutannya mengingatkan bahwa gerakan Muhammadiyah memiliki tiga pilar utama sebagaimana tercermin dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 4.

Ketua Muhammadiyah kota Padang, H. Al Amin, S.Sos, MM didampingi Kepala SMK Muhammadiyah 1 kota Padang, Dr. M. Fikar Dt. Rajo Magek, S.Ag., MM., M.Pd.,  menyerahkan bantuan untuk PCM Koto Tangah. (foto; ist)

Menurut Al Amin, tiga pilar tersebut menjadi ciri pokok perjuangan Muhammadiyah yang harus terus dipahami dan diamalkan oleh seluruh kader dan warga persyarikatan.

Baca Juga :  Serial Kurenah Malanca : Muncung Bercirit

Pertama, Muhammadiyah merupakan gerakan Islam. Seluruh keyakinan, pemikiran dan amal usaha Muhammadiyah bersumber serta berlandaskan pada ajaran Islam.

“Gerakan Muhammadiyah bertujuan mewujudkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan pribadi, keluarga dan masyarakat, serta menjadikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin, membawa rahmat dan kebaikan bagi seluruh alam,” ujar Al Amin.

Pilar kedua, lanjutnya, adalah gerakan dakwah amar ma’ruf nahi mungkar. Muhammadiyah senantiasa mengajak, mendorong dan memelopori berbagai perbuatan baik sekaligus mencegah kemungkaran.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Drs. H. Zaitul Ikhlas Saad, M.Si. (foto; ist)

Dakwah tersebut, kata Al Amin, dilakukan secara terencana dan bijaksana melalui sistem organisasi yang tertata. Implementasinya dapat dilihat melalui berbagai pelayanan sosial, pembinaan keagamaan serta pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga :  Wakili Sumbar di Tingkat Nasional, MAS Kauman Muhammadiyah Presentasikan Program SSK

Sementara pilar ketiga adalah gerakan tajdid atau pembaharuan. Tajdid tidak hanya dimaknai sebagai pembaharuan dalam memahami agama, tetapi juga mencakup pemikiran Islam dan tata cara gerakan sosial kemasyarakatan.

“Pembaharuan itu mengembalikan ajaran Islam kepada sumber aslinya, Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan pemahaman yang rasional, modern dan berkemajuan,” jelasnya.

Menurut Al Amin, semangat tajdid juga menuntut Muhammadiyah untuk terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun tetap menjaga identitas dan nilai-nilai keislaman.

Dalam kesempatan tersebut, Al Amin yang juga Kepala Bapenda Sumatera Barat ini, menyerahkan bantuan kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Koto Tangah senilai Rp2 juta.

Baca Juga :  Hamdanus Imbau KONI Kabupaten/Kota Segera Selesaikan Pendaftaran Porprov XVI
Ketua Muhammadiyah kota Padang, H. Al Amin, S.Sos, MM berswafoto seusai menyerahkan bingkisan kepada PCA terbanyak menghadiri Pengkajian Terpadu Muhammadiyah . (foto; ist)

Selain bantuan, Muhammadiyah Kota Padang juga memberikan hadiah kepada PCM/PCA dengan jumlah peserta terbanyak dalam Pengkajian Terpadu tersebut.

Tiga PCM/PCA yang memperoleh penghargaan karena kehadiran peserta terbanyak yakni PCM/PCA Lubuk Begalung, Pauh IX dan Koto Tangah.

Kegiatan semakin memperkuat nuansa pembinaan kader dengan turut hadir memberikan sambutan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumatera Barat, Drs. H. Zaitul Ikhlas Saad, M.Si. Ia menyampaikan materi mengenai pemantapan ideologi Muhammadiyah.

Sementara tausiyah disampaikan Buya Ediwarman Saleh, S.Ag, MA, dari PDM Kota Padang.

Pengkajian terpadu ini tidak sekadar menjadi agenda rutin persyarikatan, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi warga Muhammadiyah dan Aisyiyah sekaligus menyegarkan kembali semangat dakwah, tajdid dan pengabdian kepada masyarakat. (bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *