Oleh : Nurul Jannah*) Tentang Persahabatan, Warisan Jiwa, dan sang Legenda yang Tetap Membersamai Hari ini, seratus hari telah berlalu…
Nurul Jannah
Nurul Jannah
Jalan Sepi Seorang Hamba
Oleh : Nurul Jannah*) Menepi dari penilaian manusia, mendekat kepada Allah Jalan ini tidak ramai.Ia tidak berkilau oleh pujian, tidak…
Aku Tidak Marah, Aku Sudah Sampai di Tahap Mengerti
Oleh : Nurul Jannah*) Aku tidak marah. Kalimat itu tidak lahir dari dada yang lapang, melainkan dari lelah yang akhirnya…
Ketika Alam Menangis, Kita Sedang Ditegur
Oleh : Nurul Jannah*) Refleksi Akhir Tahun tentang Bumi, Bencana, dan Tanggung Jawab Manusia Kapan terakhir kali kita benar-benar mendengarkan…
“Di Ujung Tahun, Kita Bertemu Diri Sendiri”
Oleh : Nurul Jannah*) Refleksi Sunyi tentang Luka, Syukur, dan Ikhtiar Di Ujung Tahun. Hari-hari yang biasanya berlalu cepat, kini…
Kasih Ibu Sepanjang Masa
Tak ada hari yang sepenuhnya siap tanpa kehadiran seorang ibu Oleh : Ir. Nurul Jannah, MM, Ph.D Aku menulis kali…
Berhenti Tepat Waktu Adalah Bentuk Keberanian
Oleh : Ir. Nurul Jannah, MM, Ph.D Pulang Sebelum Jiwa Benar-Benar Kehilangan Arah Berhenti tepat waktu bukanlah kekalahan. Ia adalah…
Ibu Tidak Pernah Menuntutku Kuat
Oleh : Nurul Jannah*) Ibu tidak pernah menuntutku kuat. Ia hanya menuntutku pulang, meski tanpa kata. Di dunia yang gemar…
Ibu Tempat Kita Pulang
Oleh : Nurul Jannah*) Ibu adalah nama pertama yang kita kenal sebelum dunia memperkenalkan dirinya. Ia bukan hanya sosok yang…
Bukan Uang, Tapi Penyelamatan
Oleh : Nurul Jannah*) Ketika Allah Memberi Dengan Cara Yang Tidak Kita Minta Hari itu aku duduk sendirian di halte…
Ketika Alam Menangis, Langit Tidak Diam
Oleh : Nurul Jannah*) Bumi tidak sedang marah.Ia sedang menangis. Tangis itu tidak berisik, tidak demonstratif, dan tidak meminta simpati….
Ibu yang Tidak Pernah Pamit
Oleh : Nurul Jannah*) Ibu tidak pernah benar-benar pergi.Ia hanya berpindah alamat,dari rumah kecil yang dulu penuh suara,ke langit tinggiyang…
“Aku Memilih Diam”
Oleh : Nurul Jannah*) Aku memilih diam.Karena aku tak lagi merasa perlu menjelaskan dirikukepada siapa pun,yang sejak awal telah memutuskan…
Gema Adzan Menembus Kaca dan Kabut
Oleh : Nurul Jannah*) Gema adzan pecah dari menara masjid di jantung metropolitan,memantul di kaca pencakar langit,lalu melesat ke bukit-bukit…
Sumatera Berdarah, Kita Masih Menghitung Untung
Oleh : Nurul Jannah*) Tentang Bencana, Tentang Tamak, Tentang Kita Banjir bandang menerjang. Longsor merobek perbukitan. Sungai meluap seperti urat…
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
