UIN Bukittinggi Jajaki Integrasi Kependidikan Kepramukaan dalam Kurikulum Calon Guru

BUKITTINGGI, FOKUSSUMBAR.COM — Memperkuat fondasi karakter dan kualitas calon pendidik di tengah dinamika pendidikan modern, Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi bersiap mengintegrasikan mata kuliah Pendidikan Kepramukaan ke dalam kurikulum program studi kependidikan. Langkah strategis ini digulirkan melalui kolaborasi bersama Asosiasi Dosen Pendidikan Kepramukaan (Asdospram) Indonesia, sekaligus dibarengi inisiatif penguatan jaringan internasional.

Kunjungan akademis Ketua Asdospram Indonesia, Adzanil Prima Septy, Ph.D., pada Jumat (31/10/2026) ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan digelarnya ajang REACSI (Rover Scout Activity and Creativity Championship) XVI—kegiatan perkemahan dan perlombaan Pramuka tingkat Penegak (SLTA/SMA/SMK/MA sederajat) se-Sumatera Barat, Riau, dan Jambi yang berlangsung di Bumi Perkemahan Kampus II UIN Bukittinggi.

Kedatangan Adzanil disambut oleh Wakil Rektor Urusan Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama UIN Bukittinggi, Prof. Dr. Edi Rosman, M.Hum., bersama Pembina Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Adlan Sanur Tarihoran, M.Ag.

Baca Juga :  Prasosialisasi dan Dialog Bersama Masyarakat, Wako Hendri Arnis : Akses Keluar Tol Harus Dimanfaatkan untuk Pengembangan Pariwisata, Perdagangan dan Jasa

Dalam diskusi akademis tersebut, Adzanil Prima Septy menegaskan pentingnya pendekatan belajar melalui pengalaman (experiential learning) dan pendidikan luar ruang (outdoor education) bagi mahasiswa calon guru. Metodologi kepramukaan dinilai sangat efektif dalam mengasah ketahanan mental, kedisiplinan, etika kepemimpinan, serta kesadaran ekologis dan sosial.

“Pramuka modern tidak sekadar kegiatan ekstrakurikuler, tetapi mencakup manajemen risiko (safe from harm) serta Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang wajib dikuasai calon pendidik saat mengelola kegiatan siswa di sekolah,” ujar akademisi Universitas Bung Hatta Padang yang juga pelatih berkualifikasi World Organization of the Scout Movement (WOSM CLT) tersebut.

Baca Juga :  UNES Wisuda 1.287 Lulusan, Siapkan Pembukaan S2 Kenotariatan dan S3 Hukum Bersama UNHAS

Dalam mewujudkan visi pembinaan karakter pendidik berbasis keilmuan mendalam, Asdospram Indonesia menyatakan kesiapannya untuk mendampingi perancangan desain kurikulum dan struktur mata kuliah terstruktur bersama jajaran dekanat UIN Bukittinggi.

Dorongan Konektivitas Global

Tak berhenti pada penguatan kurikulum domestik, agenda ini turut menjadi pijakan UIN Bukittinggi untuk mengepakkan sayap di kancah internasional. Kantor Pusat International Office (IO) UIN Bukittinggi mengambil inisiatif proaktif dalam membangun koneksi dan jalinan kerja sama resmi dengan berbagai lembaga kepanduan di luar negeri, salah satunya menjajaki kemitraan strategis dengan Persekutuan Pengakap Malaysia (Gerakan Pramuka Nasional Malaysia).

Langkah ini bertujuan membuka ruang pertukaran mahasiswa, riset kepanduan lintas negara, hingga kolaborasi pengabdian masyarakat internasional. Dengan dorongan ini, kegiatan kepramukaan di UIN Bukittinggi diharapkan tidak hanya mencetak calon guru berkarakter tangguh, tetapi juga mampu membawa kiprah akademis dan nilai-nilai kepanduan kampus ke panggung dunia. (Irwandi)

Baca Juga :  Bupati Annisa Gelontorkan Dana Pembangunan Asam Jujuhan Rp14 Miliar Lebih, Enam Proyek Sedang Berprogres, Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *