Dari Jurnalis Pelajar Rakyat Sumbar ke KPI Pusat, Yuwanda Efrianti Asah Kompetensi Penyiaran

JAKARTA, FOKUSSUMBAR.COM — Pengalaman di dunia literasi dan jurnalistik mengantarkan Yuwanda Efrianti, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) UIN Imam Bonjol Padang, memperluas wawasan hingga tingkat nasional. Saat ini, ia menjalani program magang di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Jakarta, dengan penempatan pada bidang Pengawasan Isi Siaran.

Kesempatan tersebut membuka ruang bagi Yuwanda untuk mengenal langsung mekanisme pengawasan penyiaran. Ilmu komunikasi yang dipelajarinya di bangku kuliah kini dapat diterapkan melalui aktivitas kerja di lingkungan lembaga yang bertugas mengawasi isi siaran.

Bagi Yuwanda, pengalaman ini menjadi bagian dari proses memperkuat keterampilan sekaligus memahami tanggung jawab profesional di bidang komunikasi dan penyiaran.

Dibimbing Firdaus Abie, Berawal dari Dunia Literasi

Perjalanan Yuwanda tidak terlepas dari peran Firdaus Abie, wartawan senior sekaligus pegiat literasi asal Sumatera Barat. Bakat Yuwanda mulai mendapat perhatian ketika Firdaus memberikan materi pelatihan di SMAN 3 Sawahlunto.

Sejak pertemuan itu, Yuwanda yang akrab disapa Aya mendapat bimbingan dalam berbagai kesempatan. Ia kemudian terlibat dalam kegiatan Jurnalis Pelajar dan Jurnalis Kampus Rakyat Sumbar, yang memberinya ruang untuk mengembangkan kemampuan menulis dan berkomunikasi.

Baca Juga :  ICONMOVE Warnai HUT ke-26 PLN Icon Plus dengan Semangat Hidup Sehat dan Kepedulian Sosial

“Alhamdulillah, Aya bersyukur dibimbing Abie yang menuntun dengan jelimet dan tak pernah bosan,” kata Yuwanda.

Sebelum menempuh magang di Jakarta, Yuwanda juga pernah menjadi anggota Bengkel Literasi Sumbar. Lingkungan tersebut mempertemukannya dengan berbagai aktivitas membaca, menulis, dan mengembangkan gagasan.

Pengalaman itu menjadi bekal dalam perjalanan akademik dan pengembangan kompetensinya, terutama ketika mulai mengenal dunia komunikasi secara lebih luas.

Belajar Mengidentifikasi Dugaan Pelanggaran Siaran

Selama menjalani magang di KPI Pusat, Yuwanda mendapat kesempatan mempelajari proses pengawasan isi siaran. Salah satu kegiatan yang dipelajarinya ialah penandaan atau tagging terhadap dugaan pelanggaran Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS).

Melalui kegiatan tersebut, ia mengenal proses identifikasi isi siaran berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pekerjaan ini menuntut kecermatan dalam mengamati materi siaran, memahami regulasi, serta mengidentifikasi bagian yang diduga tidak sesuai dengan pedoman penyiaran.

Pengalaman praktik tersebut memberikan gambaran mengenai pekerjaan di bidang pengawasan penyiaran, yang membutuhkan pemahaman aturan dan ketelitian dalam menilai isi program.

Baca Juga :  63 ASN Resmi Menyandang Status Baru di Rumah Dinas Wali Kota, Ini Pesan Tegas Wako Riyanda Putra

Diskusi Bersama Komisioner KPI Pusat

Pengalaman belajar di lingkungan KPI Pusat juga diisi dengan diskusi bersama Amin Shabana, Komisioner KPI Pusat sekaligus Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, pada Rabu (21/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Yuwanda bersama mahasiswa magang lainnya membahas pelaksanaan program magang dan proses pembelajaran selama berada di KPI Pusat.

Diskusi itu juga menekankan perlunya mahasiswa memanfaatkan kesempatan magang untuk memperoleh pengalaman nyata. Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi pemenuhan kewajiban akademik, tetapi juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, memperluas pengetahuan, dan mengenali tanggung jawab di dunia kerja.

Bagi mahasiswa, berinteraksi langsung dengan praktisi dan memahami pola kerja lembaga penyiaran memberikan pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kuliah.

Tahun Kedua Program Magang Mahasiswa UIN IB

Program magang mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang di KPI Pusat telah berjalan memasuki tahun kedua. Pada periode ini, sebanyak tujuh mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan lembaga penyiaran nasional tersebut.

Baca Juga :  Dibuka Tahun 1983, Diaspal di Era Bupati Annisa, Tokoh Masyarakat Tarantang Ungkap Rasa Syukur

Keikutsertaan Yuwanda dalam program ini menjadi bagian dari upayanya memperdalam pemahaman tentang komunikasi dan penyiaran melalui pengalaman langsung.

Ia berharap kesempatan serupa dapat dirasakan lebih banyak mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Dengan begitu, mahasiswa dapat memperkaya keterampilan melalui praktik di luar kampus dan membawa pengalaman tersebut sebagai bekal untuk mengembangkan diri.

Bagi Yuwanda, perjalanan dari kegiatan literasi di Sumatera Barat hingga magang di Jakarta menjadi kesempatan untuk terus belajar, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di bidang komunikasi dan penyiaran. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *