Bupati Benni Warlis: Berbagi Wujud Rasa Syukur dan Bentuk Kasih Sayang Antar Sesama

Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah. (foto; ist)

AGAM, FOKUSSUMBAR.COM – Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah menegaskan bahwa berbagi merupakan wujud rasa syukur sekaligus bentuk kasih sayang antarsesama.

Menurutnya, keikhlasan dalam berbagi tidak hanya membawa kebahagiaan bagi penerima, tetapi juga menghadirkan ketenangan dan keberkahan dalam kehidupan.

Hal tersebut disampaikan Bupati Agam saat memberikan tausiahnya saat pengajian rutin mingguan yang digelar di Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung, Senin (11/5/2026).

Kegiatan keagamaan itu diikuti oleh para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam.
Suasana pengajian berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.

Acara diawali dengan tadarus Al-Qur’an, dilanjutkan salat Isya berjamaah, kemudian diisi dengan tausiah agama yang disampaikan langsung oleh Bupati Benni Warlis.

Sebelum tausiah bupati, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Ardi, terlebih dahulu menyampaikan kultum singkat yang mengangkat tema “Indahnya Berbagi”.

Dalam penyampaiannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menumbuhkan kepedulian sosial serta meningkatkan semangat membantu sesama, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Melanjutkan materi tersebut, Bupati Benni Warlis memberikan kajian yang lebih mendalam mengenai makna berbagi dalam kehidupan.

Ia menekankan bahwa berbagi tidak selalu identik dengan materi, tetapi juga dapat diwujudkan melalui perhatian, tenaga, waktu, serta sikap saling peduli antarsesama.

“Berbagi adalah bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan. Dengan berbagi, kita mempererat tali silaturahmi dan menumbuhkan rasa kasih sayang di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia juga berharap nilai-nilai dan ilmu yang diperoleh dalam pengajian rutin tersebut tidak hanya dipahami secara teori, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, pekerjaan maupun masyarakat luas.

Menurutnya, kegiatan pengajian rutin ini menjadi salah satu sarana memperkuat keimanan dan kebersamaan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam, sehingga tercipta aparatur yang tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan spiritual yang tinggi. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *