Menjadikan Padang Kota Religi, Berbudaya dan Harmonis

Oleh : Dr. Syamsul Akmal, S.Ag, MM*)

Kota Padang tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik yang megah, tetapi juga membutuhkan pembangunan manusia yang memiliki karakter, beragama, berbudaya, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis.

Karena itu, visi Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus menjadi penting untuk diterjemahkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Visi tersebut adalah menggerakkan segala potensi untuk mewujudkan Kota Padang sebagai kota pintar (smart city) dan kota sehat, berlandaskan agama dan budaya menuju kota yang maju dan sejahtera.

Visi ini sesungguhnya memiliki makna yang sangat luas. Smart city tidak semata-mata berbicara tentang teknologi, digitalisasi pelayanan publik, atau pemerintahan berbasis elektronik.

Kota pintar juga harus melahirkan masyarakat yang cerdas dalam bersikap, bijak dalam menggunakan teknologi, serta mampu menjaga nilai-nilai agama dan budaya di tengah perubahan zaman.

Padang sebagai kota yang memiliki akar budaya Minangkabau dan kehidupan keagamaan yang kuat, tentu mempunyai modal sosial yang besar untuk membangun karakter masyarakat.

Nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah (ABS-SBK) tidak semestinya hanya menjadi slogan, tetapi harus hadir dalam perilaku masyarakat, dunia pendidikan, pemerintahan, dunia usaha, hingga kehidupan sosial kemasyarakatan.

Religius Bukan Sekadar Simbol

Membangun Padang sebagai kota religi tidak berarti menjadikan agama sebatas simbol dalam berbagai kegiatan seremonial.

BACA JUGA :  Pengajian Muhammadiyah-Aisyiyah, Al Amin: Jadi Ruang Menguatkan Gerakan dan Ketahanan Keluarga

Lebih jauh dari itu, nilai-nilai agama harus menjadi fondasi moral dalam membangun kehidupan kota.

Kehidupan masyarakat yang religius tercermin dari kepedulian terhadap sesama, kejujuran dalam bekerja, menghormati orang lain, menjaga lingkungan, serta memiliki tanggung jawab sosial.

Masjid, surau, lembaga pendidikan keagamaan, organisasi kemasyarakatan, majelis taklim dan berbagai komunitas keagamaan dapat menjadi kekuatan strategis dalam membangun karakter generasi muda.

Pemerintah tentu tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, organisasi keagamaan, pemuda, perempuan, dunia pendidikan dan seluruh elemen masyarakat.

Budaya Sebagai Identitas Kota

Kemajuan sebuah kota tidak harus membuat masyarakat kehilangan identitasnya. Justru semakin maju sebuah kota, semakin penting menjaga budaya yang menjadi jati dirinya.

Padang memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Tradisi Minangkabau, seni, bahasa, kuliner, adat istiadat serta filosofi kehidupan masyarakat merupakan aset yang dapat memperkuat identitas kota sekaligus menjadi kekuatan ekonomi kreatif dan pariwisata.

Karena itu, pembangunan kebudayaan harus berjalan seiring dengan pembangunan ekonomi dan teknologi.

Generasi muda harus diberikan ruang untuk mengenal sekaligus mengembangkan budaya lokal dengan cara yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Budaya tidak boleh hanya menjadi sesuatu yang dikenang, tetapi harus terus hidup dan berkembang.

Harmoni di Tengah Keberagaman

Padang juga merupakan rumah bagi masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

BACA JUGA :  Ketua PWI Pesisir Selatan, Robby Oktora Romanza Apresiasi 11 Wartawan Lolos OKK PWI Sumbar

Perbedaan suku, profesi, tingkat ekonomi maupun pandangan kehidupan adalah kenyataan sosial yang harus dikelola menjadi kekuatan.

Kota yang maju adalah kota yang mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan adil bagi seluruh masyarakatnya.

Harmoni tidak berarti semua orang harus memiliki pandangan yang sama. Harmoni justru lahir ketika perbedaan dapat dikelola dengan saling menghormati.

Dalam konteks inilah pemerintah memiliki peran penting sebagai pengayom dan fasilitator.

Pembangunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, sementara ruang dialog dan kebersamaan harus terus dibuka.

Smart City Harus Berujung pada Smart Society

Teknologi pada akhirnya hanyalah alat. Ukuran keberhasilan smart city bukan sekadar banyaknya aplikasi yang digunakan pemerintah atau semakin cepatnya pelayanan administrasi.

Yang lebih penting adalah apakah teknologi tersebut membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, pelayanan semakin transparan, pemerintah semakin responsif, dan masyarakat semakin produktif.

Karena itu, konsep smart city idealnya diarahkan untuk membangun smart society—masyarakat yang cerdas, berkarakter, sehat, produktif dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Jika teknologi berjalan bersama nilai agama dan budaya, maka kemajuan tidak akan membuat masyarakat tercerabut dari akar kehidupannya.

Menuju Padang yang Maju dan Sejahtera

Pada akhirnya, pembangunan Kota Padang harus bermuara pada kesejahteraan masyarakat.

Jalan yang baik, pelayanan publik yang cepat, ekonomi yang tumbuh, pendidikan yang berkualitas, lingkungan yang sehat dan pemanfaatan teknologi memang penting.

BACA JUGA :  Sehari Sebelum Merdeka

Namun semua itu harus berjalan bersama pembangunan karakter manusia.
Padang yang maju bukan hanya kota dengan gedung-gedung baru dan teknologi modern.

Padang yang maju adalah kota yang masyarakatnya religius, budayanya hidup, lingkungannya sehat, ekonominya tumbuh dan kehidupan sosialnya harmonis.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus, visi tersebut menjadi pekerjaan bersama.

Pemerintah menjadi penggerak, sementara masyarakat menjadi kekuatan utama.
Sebab membangun kota bukan hanya tugas pemerintah.

Membangun Padang yang religius, berbudaya dan harmonis adalah tanggung jawab seluruh warga.

Padang boleh semakin pintar, tetapi jangan kehilangan karakter. Padang boleh semakin maju, tetapi jangan meninggalkan budaya. Dan Padang boleh semakin modern, tetapi tetap menjadikan agama dan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasi kehidupan.

Dengan demikian, cita-cita menjadikan Padang sebagai kota maju dan sejahtera bukan sekadar slogan pembangunan, melainkan sebuah gerakan bersama menuju kota yang semakin religius, berbudaya, sehat, cerdas dan harmonis. []

Ketua Yayasan Shine Al-Falah, Pondok Pesantren Kampung Minangkabau, Penerima Pin Emas Bidang Keagamaan Kota Padang Tahun 2026*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *