3 Amal Penting yang Dirindukan Orangtua di Alam Kubur dan Pesan Penting untuk Kita (Khusus bagi Orangtuanya Sudah Wafat)

Oleh : Dr. H. Afrinal, MH *)

TULISAN ini pada dasarnya adalah bermuatan pesan dan ajakan kepada kita-kita sebagai anak dari para orang tua.  Seseorang atau beberapa orang anak yang orang tuanya, baik ibu atau bapaknya yang tiada atau wafat.

Terkadang, karena terlalu sibuk oleh urusan dunia kerja, bisnis dan usaha-usaha lainnya tidak tertutup kemungkinan terjebak dalam sifat Khilaf atau Lupa.  

Pada dasarnya dan patut disadari bahwa orang tua adalah sosok yang paling berjasa dalam kehidupan setiap manusia. Dalam Islam, kewajiban berbakti kepada orang tua menempati posisi yang sangat tinggi setelah kewajiban beribadah kepada Allah SWT.

Mendoakan orang tua adalah salah satu bentuk bakti kepada mereka, baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal dunia (wafat). Doa anak untuk orang tuanya merupakan amalan yang sangat bermanfaat dan menjadi bentuk rasa syukur serta penghormatan atas segala jasa mereka. Terutama untuk seorang ibu. Karena sudah mengandung kita selama 9 (sembilan) bulan 10 hari (normalnya-red).

Beranjak dari dinamika tersebut bagi orang tua yang sudah meninggal. Sedikitnya ada 3 (tiga) hal yang dirindukan oleh orang tua di alam kubur dari anak-anaknya  yang masih hidup.

Yang pertama, adalah doa dari anaknya berupa ucapan dan kalimat istighfar dari anaknya tersebut. Dalam satu masa dikisahkan. Ada seseorang yang sudah wafat ketika berada dalam kubur siksanya ditunda, bahkan di ringankan malah dihilangkan oleh sang malaikat.

Dan, sang penghuni kubur bertanya kepada malaikat, kenapa  azab kuburku berkurang bahkan ringan dan malah dihilangkan?.. Dijawab oleh malaikat, bagaimana mungkin aku bisa menghukum-Mu, menyiksa-Mu, sementara aku melihat anak-anak-Mu yang masih hidup mendoakan diri-Mu serta membacakan Istighfar untuk-Mu.

Artinya, sungguh istifghfar seorang anak yang hidup di dunia untuk seseorang ayah atau ibunya yang sudah meninggal ketika di alam kubur dapat meringankan siksa kubur, hingga menghilangkan azab kepada-Nya.

Maka dari itu selalulah berdo’a. Sehingga ada satu doa yang dicantumkan dalam Al-Qur’an: للّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Maknanya:”Wahai Tuhanku. ampunilah aku dan kedua orang tuaku (ibu dan Bapakku), sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku waktu aku kecil.”

Yang ke-dua, selain doa, adalah orang tua juga merindukan dan dilanjutkan kebaikan itu oleh anak-anaknya.

Jadi, semasa hidup apabila orang tua kita punya kebaikan, sosialnya tinggi, suka memberi (wakaf, infak, sedekah dan amal sosial lainnya), kita sebagaimana anak wajib melanjutkan amal kebaikan tersebut.

Jangan sampai terputus. Apabila sempat terputus, maka sungguh orang tua akan bersedih. Karena ada sesuatu yang baik itu terputus dari dirinya.  

Hal yang ketiga yang di rindukan oleh orang tua (alm) dari anak-anaknya adalah berupa sedekah. Untuk hal sedekah ini yang selalu diniatkan selain untuk dirinya dan untuk orang tuanya tadi.

Sering muncul pertanyaan kepada ustadz, kiyai dan ulama dari seorang anak, apakah sampai sedekah kepada orang tua kita itu. Jawabannya ”Sampai”. Makanya kalau ada peluang wakaf itu adalah sedekah jariyah, manfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya.

Karena, selama itu dimanfaatkan oleh masyarakat dengan tujuan bernilai sosial pahalanya akan terus mengalir. Insya Allah.

Dan, marilah kita selalu berbuat baik dan banyak berdoa serta melanjutkan kebaikan yang telah di wariskan orang tua kita kepada kita, maka hidup kita akan berkah adanya. Aamiin ya rabb. []

Dosen Fakultas Syari’ah Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *