Bupati Pasaman Barat Salurkan Santunan Lebaran Yatim dan Disabilitas, Dana Zakat Capai Rp105 Juta

110 anak yatim dan penyandang disabilitas se Pasaman Barat, terima santunan di aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat. (foto; ist)

PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM-Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat bersama Kantor Kementerian Agama dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan santunan kepada anak yatim dan penyandang disabilitas dalam peringatan Lebaran Yatim dan Disabilitas 1448 Hijriah.

Program tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial sekaligus memperluas manfaat dana zakat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran santunan berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat, Kamis (25/6/2026). Kegiatan dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Staf Ahli Bupati Bidang Keagamaan dan Kesejahteraan Rakyat, Getri Ardenis, Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat Thomas Febria, Wakil Ketua Baznas Pasaman Barat Sutarman, kepala madrasah negeri, kepala Kantor Urusan Agama (KUA), serta orang tua anak yatim dan penyandang disabilitas.

Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Thomas Febria, mengatakan peringatan setiap 10 Muharam diharapkan menjadi tradisi yang semakin memperkuat kepedulian terhadap anak yatim dan kelompok disabilitas.

Menurutnya, peringatan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan upaya membangun gerakan sosial agar anak-anak yatim piatu dan penyandang disabilitas memperoleh perhatian serta bantuan yang dapat meringankan beban hidup mereka.

BACA JUGA :  Kapolres Agung Tribawanto dan Jajaran Bagikan Bendera bagi Pengendara

“Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam diperingati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari berbagai penderitaan,” ujar Thomas.

Ia menjelaskan, secara nasional kegiatan Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas merupakan bagian dari Program Peaceful Muharam yang digagas Menteri Agama dan berlangsung sejak 1 Muharam hingga satu bulan penuh.

Melalui program tersebut, pemerintah ingin memperkuat semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas, selain amalan ibadah yang selama ini identik dengan bulan Muharam.

Thomas menilai kepedulian sosial perlu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari peringatan bulan Muharam agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh kelompok rentan di masyarakat.

Sementara itu, Plt Staf Ahli Bupati Bidang Keagamaan dan Kesejahteraan Rakyat, Getri Ardenis, mengatakan Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mendukung pelaksanaan Lebaran Yatim sebagai gerakan bersama dalam membantu anak yatim piatu dan penyandang disabilitas.

BACA JUGA :  Siswa SMK se Pasaman Barat Ikuti Gebyar Merdeka 2026

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Kantor Kementerian Agama, dan Baznas Pasaman Barat dalam memperluas jangkauan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap santunan yang diberikan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi para penerima dalam memenuhi kebutuhan mereka.

“Kami berharap bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh anak-anak yatim maupun penyandang disabilitas,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Baznas Pasaman Barat, Sutarman, mengungkapkan penghimpunan zakat dari lingkungan Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat mencapai sekitar Rp105 juta.

Dana tersebut kemudian dikelola dengan mekanisme pembagian sesuai ketentuan pengelolaan zakat. Sebanyak 70 persen disalurkan kembali melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat untuk program-program internal, sedangkan 30 persen lainnya disalurkan melalui Baznas Pasaman Barat kepada masyarakat yang memenuhi kriteria penerima manfaat.

Skema tersebut, menurut Sutarman, bertujuan memastikan dana zakat dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, termasuk anak yatim serta penyandang disabilitas.

BACA JUGA :  Kapolres Agung Tribawanto dan Jajaran Bagikan Bendera bagi Pengendara

Program santunan ini menjadi salah satu bentuk pemanfaatan dana zakat yang diarahkan untuk memperkuat perlindungan sosial bagi kelompok rentan. Kolaborasi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan Baznas juga diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi sehingga distribusinya dapat dilakukan secara lebih terarah, transparan, dan tepat sasaran.

Melalui momentum Lebaran Yatim dan Disabilitas, pemerintah berharap budaya berbagi pada bulan Muharam semakin berkembang di tengah masyarakat. Tidak hanya sebagai tradisi keagamaan, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang mampu membantu meningkatkan kesejahteraan anak yatim dan penyandang disabilitas di Pasaman Barat. (gmz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *