Pensiun itu Nikmat sekali

Oleh: Dr. Aqua Dwipayana*)

Banyak orang yang khawatir menghadapi pensiun. Beragam bayangan negatif muncul dalam dirinya. Menganggap itu sebagai momok yang menakutkan.

Setiap orang yang bekerja pasti pensiun. Hanya masalah waktu. Ada yang pensiun dini. Banyak pula yang pensiun karena sudah waktunya.

Menjelang waktunya tiba, banyak orang yang tidak siap. Apalagi ketika bekerja terbiasa sibuk. Menjalani rutinitas hampir setiap hari, kecuali saat libur.

Membayangkan ketika pensiun mau melakukan aktivitasnya apa saja. Belum punya rencana.

Tidak hanya itu, paling mendasar dan sering terjadi membayangkan penghormatan dari banyak orang bakal berkurang. Bahkan mungkin sama sekali tidak dihormati karena telah pensiun.

Akibatnya belum pensiun, sudah mengalami post power syndrome yang berkepanjangan. Stres, sedih, kecewa, frustasi, bahkan kehilangan harga diri karena membayangkan saat tidak lagi memiliki jabatan, kekuasaan, atau rutinitas kerja seperti dulu. Kondisinya makin parah ketika pensiun.

BACA JUGA :  Bangun Sekolah Darurat, JEMARI Sakato dan Pemerintah Nagari Bunga Tanjung Dorong Penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana

Seharus semua kondisi negatif itu tidak harus terjadi. Apalagi jika di awal bekerja, sudah memahami bahwa suatu saat akan pensiun. Hanya menunggu waktu saja.

Belajar dari itu, saat masih bekerja, harus mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya. Membuat perencanaan yang matang dan menjaga hubungan dengan semua orang.

Ingat, semua yang dimiliki termasuk jabatan, sewaktu-waktu bisa dilepas. Baik secara sukarela maupun terpaksa. Untuk itu sebelum terjadi, persiapkanlah dengan baik.

Sambil bekerja, mempersiapkan diri menghadapi pensiun. Jika melaksanakannya jauh-jauh hari, saatnya tiba tidak kaget. Bahkan sangat siap. Tinggal melaksanakannya saja.

Malah Bersyukur

Mereka yang selalu berpikir positif, saat pensiun malah bersyukur. Terlepas dari semua beban saat bekerja. Atasannya cuma TUHAN, tidak ada yang lain.

Banyak orang yang menyikapi pensiun secara positif, ketika menjalaninya selain bersyukur, sangat gembira. Merasakan bahwa pensiun itu nikmat sekali. Kondisinya berbeda dibandingkan saat masih bekerja.

BACA JUGA :  NEGERI DI ATAS AWAN

Meninggalkan semua rutinitas saat bekerja. Datang ke kantor tepat waktu atau lebih awal. Mengerjakan berbagai pekerjaan hingga tuntas, bahkan tidak jarang harus lembur. Di hari libur masuk kantor.

Selain itu harus mencapai target yang telah ditetapkan atasan. Jika tidak tercapai kena teguran keras. Dianggap tidak mampu bekerja. Penilaiannya buruk yang berpengaruh pada penghasilannya termasuk bonus.

Ketika pensiun, semua itu tinggal kenangan. Mengatur hidup sendiri, tidak dibawah kendali manusia. Hidupnya bebas merdeka. Menjadi diri sendiri.

Kondisi itu dialami setelah lama bekerja. Durasinya bisa tahunan, belasan tahun, bahkan hingga puluhan tahun.

Saat pensiun nikmatilah sepenuhnya. Mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat baik buat diri sendiri maupun untuk banyak orang.

Paling utama lebih mendekatkan diri kepada TUHAN. Sekaligus mengumpulkan bekal buat kelak di akhirat.

BACA JUGA :  Hanya 30 Persen Generasi Muda Fasih Bertutur Minang

Selama ini pengalaman banyak orang, seenak-enaknya bekerja dengan berbagai fasilitas, ternyata jauh lebih nikmat saat pensiun. Menjalani kehidupan tanpa beban dan target yang sering membuat orang stres.

Bercermin dari itu, nikmatilah pensiun. Syukuri semuanya. Jangan pernah mengeluh dan makin mendekatkan diri ke TUHAN.

Penulis adalah Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional.*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *