PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Padang yang diperingati setiap tanggal 7 Agustus, Kelurahan Sawahan Timur, Kecamatan Padang Timur, bergerak cepat mematangkan persiapan keikutsertaan mereka dalam Festival Pawai Telong-Telong.
Pada tahun ini, Kelurahan Sawahan Timur mengusung konsep kreatif yang mengangkat potensi kuliner dan kearifan lokal melalui pembuatan replika “Rumah Dendeng Pucuk Ubi”.
Pawai Telong-Telong merupakan agenda budaya tahunan Pemerintah Kota Padang untuk mengenang sejarah perjuangan heroik masyarakat Padang melawan VOC pada 7 Agustus 1669 silam. Setiap tahunnya, seluruh kecamatan di Kota Padang bersaing menampilkan lampion (telong-telong) dan miniatur kreatif yang mencerminkan kekayaan tradisi wilayah masing-masing.
Pilihan Kelurahan Sawahan Timur untuk membuat replika berbentuk rumah produksi Dendeng Pucuk Ubi bukan tanpa alasan. Produk ini merupakan salah satu inovasi kuliner unggulan dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) setempat yang berhasil memanfaatkan bahan pangan lokal menjadi komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Melalui replika lampion berukuran besar ini, Sawahan Timur ingin menunjukkan bahwa semangat perjuangan masa lalu kini diwujudkan dalam bentuk kreativitas ekonomi kreatif masyarakat.
Proses pembuatan replika lampion raksasa ini melibatkan kolaborasi erat antara Lurah, Trantib Kelurahan, LPM, LPS, Pemuda, Karang Taruna, tokoh masyarakat, serta pengrajin lokal. Menggunakan rangka bambu dan kertas khusus yang akan diterangi lampu dari dalam, replika “Rumah Dendeng Pucuk Ubi” ini dirancang agar tampil memukau saat diarak pada malam hari di sepanjang rute festival.
Pemerintah Kelurahan Sawahan Timur berharap, kehadiran replika unik ini tidak hanya sekadar menjadi tontonan yang menghibur bagi warga Kota Padang, tetapi juga menjadi ajang promosi yang efektif agar produk lokal Dendeng Pucuk Ubi semakin dikenal luas di tingkat kota maupun nasional.
Seperti yang disampaikan Ketua LPM Kelurahan Sawahan Timur, Syahrul Ridha bahwasanya adapun tema yang dipilih adalah Dendeng Pucuk Ubi, yakni perpaduan makanan tradisional di minang, “Dendeng pucuk ubi adalah sebuah makanan tradisional yang dibuat oleh para leluhur pada masa dulunya, karena pada saat dulu yang makan daging biasanya para penggede atau orang kaya”, ulas Syahrul yang diamini oleh Indra Yunika, Lurah Sawahan Timur, Kamis, 6 Agustus 2026 di Kantor Lurah Sawahan Timur.
Masyarakat diajak untuk datang beramai-ramai menyaksikan serta memberikan dukungan penuh bagi kontingen Kecamatan Padang Timur dalam malam puncak Festival Telong-Telong ini. (Ade)
