LuBaRiTa Bersiap jadi Destinasi Ekowisata Baru Kota Padang, “Merdekakan Alam dari Ancaman”

Gerbang destinasi wisata LuBaRiTa yang memiliki pesona wisata alam menarik. (foto; edhierosa)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Tak banyak kawasan di Kota Padang yang menawarkan pengalaman wisata alam sekaligus menyimpan semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga lingkungan. Salah satunya kawasan LuBaRiTa di Kecamatan Lubuk Kilangan.

Tiga kelurahan, yakni Padang Besi, Baringin dan Tarantang, kini bergerak bersama mengembangkan potensi wisata kawasan melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) LuBaRiTa.

Mengusung tema “Merdekakan Alam dari Ancaman”, launching Pokdarwis LuBaRiTa direncanakan menjadi momentum penting dalam memperkenalkan potensi wisata berbasis lingkungan kepada masyarakat Kota Padang dan Sumatera Barat.

Pokdarwis LuBaRiTa sendiri berdiri pada 13 Juni 2026. Nama LuBaRiTa merupakan akronim dari Lubuk Sariak, Baringin dan Tarantang, yang mencerminkan semangat kebersamaan dalam mengembangkan potensi pariwisata secara terpadu.

Flayer kegiatan Semarak Kemerdekaan dan Launching LuBaRiTa. (foto; edhierosa)

Alam Menjadi Kekuatan Utama

LuBaRiTa memiliki modal alam yang cukup lengkap untuk dikembangkan menjadi destinasi ekowisata. Ada aliran sungai, Sarasah Baringin, jalur trekking, rafting, hingga kawasan yang memiliki potensi pengembangan konservasi lingkungan.

Tidak berhenti pada wisata alam, masyarakat juga ingin mengangkat kekayaan budaya serta kuliner lokal sebagai bagian dari pengalaman wisatawan.

Konsep yang diusung adalah Green Tourism, yakni pengembangan pariwisata yang tetap menempatkan kelestarian lingkungan sebagai prioritas.

BACA JUGA :  Bukan Sekedar Mengabdi, Mahasiswa KKN UNP Hadirkan Video Profil, Majalah, dan Peta Wilayah Nagari Koto Ranah

Ketua Tim Kreatif dan Publikasi LuBaRiTa, Edhierosa dalam bincang santainya, Ahad (9/8/2026), mengatakan pengembangan kawasan tersebut tidak hanya berorientasi pada mendatangkan wisatawan, tetapi juga membangun identitas wisata yang kuat dengan mengangkat potensi alam dan kehidupan masyarakat setempat.

“Kami ingin LuBaRiTa dikenal bukan hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena masyarakatnya. Alam, budaya, kreativitas dan ekonomi masyarakat harus bisa berjalan bersama,” ujar Edhierosa.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kekuatan utama LuBaRiTa. Karena itu, berbagai kegiatan yang dilakukan diharapkan mampu membuka ruang bagi generasi muda, pelaku UMKM, komunitas kreatif dan masyarakat lokal untuk ikut mengambil peran.

Wisata Petualangan dan Edukasi

Launching Pokdarwis LuBaRiTa nantinya tidak hanya berlangsung dalam bentuk seremoni. Pengunjung akan diajak menikmati suasana alam melalui sejumlah kegiatan. Agenda diawali dengan peresmian Tugu Selamat Datang LuBaRiTa melalui pengguntingan pita.

Selanjutnya digelar jalan santai, susur sungai atau rafting, penanaman pohon, serta lomba fotografi yang mengangkat keindahan alam dan kehidupan masyarakat di kawasan LuBaRiTa.

Edhierosa menyebut lomba fotografi juga diharapkan menjadi bagian dari strategi memperkenalkan LuBaRiTa melalui karya visual.

BACA JUGA :  Gandeng Akademisi UIN Bukittinggi, Excellence Perkuat Sekolah Bilingual

“Keindahan LuBaRiTa harus bisa diceritakan melalui berbagai media. Karena itu, fotografi dan publikasi menjadi bagian penting untuk memperkenalkan potensi kawasan ini kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

“Merdekakan Alam dari Ancaman”

Tema “Merdekakan Alam dari Ancaman” menjadi pesan utama dalam launching tersebut.

Menurut Edhierosa, tema itu menggambarkan semangat masyarakat untuk menjaga alam sekaligus menjadikannya sebagai kekuatan utama pengembangan pariwisata.

“Jangan sampai ketika pariwisata berkembang, alam justru menjadi korban. Kita ingin wisatawan datang, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi, tetapi sungai, hutan dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.

Semangat tersebut menjadi dasar pengembangan LuBaRiTa dengan konsep Green Tourism, di mana kegiatan wisata diharapkan berjalan seimbang dengan upaya konservasi dan pemberdayaan masyarakat.

Menggerakkan Ekonomi Masyarakat

Kehadiran Pokdarwis LuBaRiTa juga diharapkan mampu membuka ruang ekonomi baru bagi masyarakat di tiga kelurahan.
Produk UMKM, kuliner khas, jasa wisata dan ekonomi kreatif lokal berpeluang menjadi bagian dari ekosistem pariwisata yang dikembangkan.

“LuBaRiTa harus memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Kalau wisata berkembang, UMKM juga harus ikut tumbuh. Masyarakat lokal harus menjadi bagian penting dari perkembangan kawasan ini,” tutur Edhierosa.

Karena itu, kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dunia usaha, komunitas, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan dinilai penting agar pengelolaan LuBaRiTa dapat berjalan secara profesional dan berkelanjutan.

BACA JUGA :  Mahasiswa KKN UNP Bangun Tugu Perbatasan Nagari Manggilang

Dari Lubuk Kilangan untuk Sumatera Barat

Launching Pokdarwis LuBaRiTa direncanakan menjadi agenda tahunan. Tidak hanya untuk memeriahkan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga sebagai ruang memperkuat budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dari Lubuk Kilangan, sebuah pesan sederhana ingin disampaikan: kemerdekaan bukan hanya tentang manusia, tetapi juga tentang bagaimana alam diberi ruang untuk tetap lestari.

Dengan sungai yang dijaga, hutan yang dirawat, budaya yang dilestarikan dan masyarakat yang diberdayakan, LuBaRiTa memiliki peluang menjadi salah satu wajah baru ekowisata Kota Padang.

LuBaRiTa bukan sekadar tempat untuk menikmati alam. Ia sedang dipersiapkan menjadi ruang bersama untuk menjaga lingkungan, menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan kekayaan Lubuk Kilangan kepada dunia. (bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *