PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti belajar, bersilaturahmi, dan berkontribusi di tengah masyarakat. Semangat tersebut menjadi pesan Wali Kota Hendri Arnis saat melepas 150 anggota Lembaga Lansia Indonesia (LLI) Kota Padang Panjang untuk mengikuti Studi Dakwah ke Masjid Agung Al Muhsinin, Kota Solok, Rabu (12/8/2026).
Wako Hendri mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perjalanan untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para lansia untuk mempererat silaturahmi, memperkuat keimanan, menyegarkan pikiran, serta menjaga semangat untuk tetap aktif dalam kehidupan bermasyarakat.
“Bagi Pemko, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita membangun kota yang tidak hanya ramah bagi anak-anak dan generasi muda, tetapi juga ramah bagi seluruh kelompok usia, termasuk para lanjut usia,” ujarnya.
Menurut Hendri, para lansia memiliki pengalaman dan keteladanan yang dapat terus memberikan manfaat bagi keluarga maupun lingkungan. Karena itu, ia berharap para lansia tetap memiliki ruang untuk berkegiatan, berkarya, dan mengambil peran sesuai kemampuan masing-masing.
Ia juga mengajak para peserta menjaga kesehatan dan tetap aktif sehingga dapat menjalani masa lanjut usia dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
“Semangat Bapak dan Ibu untuk tetap aktif dan sehat dapat menjadi contoh bagi anak-anak dan cucu-cucu kita bahwa bertambahnya usia bukan berarti bertambahnya alasan untuk berhenti berbuat baik,” tuturnya.
Hendri berharap kegiatan seperti Studi Dakwah dapat terus menjadi bagian dari aktivitas positif LLI Padang Panjang. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, kegiatan tersebut juga dapat menjadi sarana memperluas persaudaraan dan menjaga hubungan sosial antarlansia.
Pemko, lanjutnya, akan terus mendukung kegiatan yang memberikan ruang bagi para lansia untuk tetap sehat, aktif, mandiri, dan berdaya di tengah masyarakat.
Turut hadir Staf Ahli Faizah, para asisten, kepala Dinas Sosial PPKBPPPA, kepala Dinas Kesehatan serta sejumlah pejabat terkait lainnya. (shintia)
