Pengajian Muhammadiyah-Aisyiyah, Al Amin: Jadi Ruang Menguatkan Gerakan dan Ketahanan Keluarga

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Padang, H. Al Amin, S.Sos, MM berikan sambutannya pada Pengkajian Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiyah Tingkat Kota Padang. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Suasana pengajian di Masjid Ihsan Muhammadiyah, Bandar Buat, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Minggu (16/8/2026), terasa berbeda.

Ratusan jamaah Muhammadiyah dan Aisyiyah berkumpul bukan hanya untuk menambah wawasan keagamaan, tetapi juga memperkuat silaturahmi dan menyatukan langkah gerakan persyarikatan.

Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Padang, H. Al Amin, S.Sos, MM, saat memberikan sambutan pada Pengkajian Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiyah Tingkat Kota Padang.

Ketua Muhammadiyah kota Padang, H. Al Amin serahkan bingkisan kepada PCM yang memeriahkan pengkajian tersebut. (foto; ist)

Menurut Al Amin, pengkajian terpadu tersebut tidak boleh dipandang sebatas kegiatan rutin atau formalitas organisasi. Lebih dari itu, pengajian menjadi ruang untuk melakukan “cas spiritual” sekaligus mengokohkan ideologi bermuhammadiyah.

BACA JUGA :  Penguatan Integritas dan Profesionalisme, Kanwil BPN Sumbar Gelar Pelantikan Jabatan

“Pertemuan antara Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah wujud nyata dari sinergi gerakan. Kita harus memastikan gerak langkah dakwah persyarikatan di Kota Padang berjalan seirama, solid dan satu komando, dari tingkat daerah hingga ranting,” ujarnya.

Momentum bulan kemerdekaan Republik Indonesia, lanjut Al Amin, juga menjadi pengingat terhadap peran besar tokoh-tokoh Muhammadiyah dalam perjalanan perjuangan bangsa.

Ketua Muhammadiyah kota Padang, H. Al Amin serahkan bantuan uang tunai untuk PCM Lubuk Kilangan. (foto; ist)

Ia menegaskan, bagi Muhammadiyah, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan Darul Ahdi wa Syahadah, yakni negara kesepakatan dan kesaksian. Karena itu, tugas generasi Muhammadiyah saat ini adalah mengisi kemerdekaan dengan kerja-kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“NKRI adalah Darul Ahdi wa Syahadah. Tugas kita hari ini adalah mengisinya dengan kerja-kerja nyata,” katanya.

BACA JUGA :  Gunakan Kostum Princes, Murid SD Negeri 9 Luhak Nan Duo Ikuti Semarak Pawai Kemerdekaan

Di tengah perkembangan Kota Padang yang semakin dinamis, Al Amin yang juga Kepala Bapenda Sumbar ini mengingatkan adanya tantangan sosial dan digital yang harus dihadapi bersama. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketahanan keluarga, terutama dalam menghadapi dampak perkembangan teknologi.

Ibu-ibu jamaah Aisyiyah antusias mengikuti Pengkajian Terpadu Muhammadiyah dan Aisyiyah Tingkat Kota Padang di Masjid Ihsan Muhammadiyah, Bandar Buat. (foto; ist)

Melalui pengajian dan gerakan dakwah, Muhammadiyah dan Aisyiyah diharapkan mampu memperkuat keluarga sakinah sekaligus memberikan pendampingan kepada generasi muda.

“Mari kita bentengi anak-anak kita dari dampak negatif teknologi serta berbagai penyimpangan sosial. Muhammadiyah dan Aisyiyah harus hadir menjadi solusi dan teladan moral di tengah masyarakat,” ajaknya.

BACA JUGA :  Serial Kurenah Malanca: "Tukang Tunjuak"

Kegiatan tersebut turut menjadi momentum mempererat hubungan antarunsur persyarikatan. Sejumlah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang hadir mendapatkan bingkisan sebagai bentuk apresiasi atas kehadiran dan partisipasi dalam kegiatan.
Di antaranya PCM Pauh, Pauh IX dan Lubuk Kilangan yang turut memeriahkan pengkajian terpadu tersebut.

Tak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Al Amin juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp2 juta kepada PCM Lubuk Kilangan.

Al Amin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia, jajaran pimpinan Aisyiyah serta seluruh jamaah yang telah hadir dan ikut menyukseskan kegiatan.

“Bagi Muhammadiyah dan Aisyiyah, pengajian seperti ini akhirnya bukan hanya tentang duduk bersama mendengarkan tausiah. Ia menjadi ruang untuk menyegarkan kembali semangat, mempererat ukhuwah dan memastikan dakwah terus hadir menjawab persoalan masyarakat yang terus berubah,” pungkasnya. (bima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *