Bendera Merah Putih Dikibarkan di Puncak Gunung Talamau

Pemuda dari Nagari Simpang Timbo Abu Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat melangkah dengan tekad yang teguh berhasil mengibarkan bendera merah putih diatas puncak gunung Talamau. (foto; ist)

PASAMAN BARAT, FOKUSSUMBAR.COM – Masih seputar peringatan HUT RI ke-81. Bendera merah putih dikibarkan anak bangsa Talamau di puncak Gunung Talamau di Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Pengibaran bendera merah putih mereka lakukan dengan tetap memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku.
 
Di tengah keagungan alam yang menjulang tinggi, sepuluh pemuda dari Nagari Simpang Timbo Abu Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat melangkah dengan tekad yang teguh. Mereka bukan sekadar mendaki bukit dan batu, melainkan membawa cinta tanah air ke tempat yang tertinggi, sebagai persembahan tulus untuk ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 Tahun 2026.

Salah seorang tim pendaki dari Nagari Simpang Timbo Abu Kajai, Putra, katakan, perjalanan penuh makna ini bersama timnya menuju puncak Gunung Talamau. Sabtu pagi, 15 Agustus 2026, tepat pukul 09.00 WIB, langkah kaki mereka berangkat.

Menembus hutan yang rimbun, menaiki lereng yang berkelok, sepanjang hari mereka berjalan dengan semangat yang tak pernah surut. Saat matahari mulai turun ke peraduannya pukul 17.00 sore, mereka berhenti sejenak, mendirikan tenda, beristirahat sambil memeluk harapan agar perjalanan esok hari membawa mereka lebih dekat ke puncak mimpi.

BACA JUGA :  Tim MAN 5 dan MTsN 4 Pasaman Barat Raih Juara Video Pendek Sumatera Barat

Minggu pagi yang masih diselimuti kabut, pukul 7.30 Wib, mereka kembali berdiri tegak dan melanjutkan pendakian. Tanpa rintangan yang berarti, seakan alam pun ikut merestui niat baik mereka, akhirnya tepat pukul 13.30 siang, kaki-kaki itu menapak di puncak Gunung Talamau. Langit cerah, angin lembut menyapa wajah, seakan alam pun tersenyum menyambut kedatangan mereka.

Di sana, keindahan terhampar luas, bersih, tenang, dan menenangkan jiwa. Kebahagiaan itu lebih indah ketika mereka tidak sendirian. Di puncak yang sunyi itu, hati-hati yang berbeda dari tempat yang jauh saling bertemu: pendaki dari Jambi, dari Pekanbaru, dan dari berbagai daerah lain.

Tanpa kenal sebelumnya, mereka saling menyapa, bercerita, dan berbagi kisah. Di atas ketinggian itu, perbedaan asal-usul terasa lenyap; mereka semua adalah anak bangsa yang mencintai kebebasan dan keagungan negeri ini.

BACA JUGA :  Tim MAN 5 dan MTsN 4 Pasaman Barat Raih Juara Video Pendek Sumatera Barat

Malam berlalu, dan pagi yang bersejarah pun tiba: 17 Agustus 2026. Beribu-ribu kaki mendaki ke sini dengan tujuan yang berbeda-beda, namun di pagi itu, ada satu keinginan yang lahir dari masing-masing, menyatu menjadi satu tekad: ingin mengibarkan Bendera Merah Putih di tempat tertinggi ini. Tanpa ada yang menyuruh, tanpa ada yang memaksa, kehendak itu tumbuh sendiri, lalu menyatu menjadi kesepakatan yang indah.

Saat cahaya matahari mulai menembus ufuk timbul, menyinari puncak gunung dengan kehangatan keemasan, semua pendaki berkumpul. Di tengah keagungan alam, Bendera Merah Putih dikibarkan perlahan. Lagu Indonesia Raya pun berkumandang  bukan sekadar keluar dari mulut, melainkan mengalir dari dalam hati.

Suara itu bergema di antara bukit dan lembah, menjadi bukti bahwa meskipun tubuh mereka berada jauh di atas sana, jiwa mereka tetap berakar kuat pada tanah air. Anak-anak muda ini, dengan cara yang sederhana namun sungguh, menunjukkan bahwa cinta pada negeri tidak butuh kata-kata berlebihan cukup dengan kehadiran, kesetiaan, dan rasa hormat yang tulus.

BACA JUGA :  Tim MAN 5 dan MTsN 4 Pasaman Barat Raih Juara Video Pendek Sumatera Barat

Setelah momen berharga itu berlalu, mereka beristirahat kembali, berbagi cerita dan harapan. Namun waktu terus berjalan, dan perjalanan pulang pun tiba. Sekitar pukul 10.00 hingga 12.00 siang, tim pendaki dari Nagari Simpang Timbo Abu Kajai pun memulai turun ke bawah. Langkah kaki yang lelah namun hati yang puas membawa mereka tiba di Pos Satu pukul 18.00 sore.

Setelah beristirahat sejenak, mereka melanjutkan perjalanan, menembus gelapnya malam hingga tiba di tepi jalan raya pukul 20.00 WIB. Dengan kendaraan jemputan, akhirnya mereka sampai kembali ke rumah yang dicintai di Nagari Simpang Timbo Abu Kajai tepat pukul 21.00 Wib, dalam keadaan selamat dan sehat walafiat. (gmz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *