SOLOK, FOKUSSUMBAR.COM-Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berubah menjadi bencana pada Senin (21/9/2026) malam. Aliran air bercampur lumpur, batu dan kayu menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, termasuk kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.
Dampaknya cukup luas. Empat warga mengalami luka-luka, 11 kantor pemerintahan terdampak, kendaraan rusak, sementara akses utama Solok-Padang sempat tertutup material banjir dan longsoran.
Selasa (22/9/2026) pagi, petugas gabungan masih melakukan evakuasi, pembersihan material serta pendataan di sejumlah titik terdampak. Data mengenai kerusakan dan jumlah warga yang terdampak masih dapat berubah seiring proses asesmen di lapangan.
Empat Warga Terluka, Satu Dirujuk ke Padang
BPBD Kabupaten Solok mencatat empat warga mengalami luka akibat terjangan galodo. Tiga korban mendapatkan perawatan di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya harus dirujuk ke Semen Padang Hospital (SPH) di Kota Padang.
Salah satu korban yang mengalami luka berat adalah Muhammad Nur Zen (56), ASN PPPK paruh waktu Bagian Umum Setda Kabupaten Solok. Ia dilaporkan mengalami patah tulang pada bagian bawah tubuh disertai perdarahan.
Tiga korban lainnya, yakni Muslihat (54), Anggiat Sirait (66) dan Yurnalis (45), mendapatkan penanganan medis di RSUD Arosuka.
Sampai perkembangan Selasa pagi, belum ada laporan resmi mengenai korban meninggal dunia. Tim gabungan masih melakukan penyisiran untuk memastikan kondisi warga yang mungkin belum terdata.
11 Kantor Pemerintah Diterjang Material Galodo
Pusat pemerintahan Kabupaten Solok ikut terdampak cukup parah. BPBD mencatat sedikitnya 11 kantor pemerintah terkena material banjir bandang.
Sejumlah bangunan dipenuhi lumpur, batu dan kayu dengan ketebalan material yang bervariasi. Kantor Dinas PUPR dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN) termasuk bangunan yang terdampak berat.
Bangunan pemerintahan lain yang ikut terdampak antara lain kantor DPRD Kabupaten Solok, Bapenda, Bapelitbang, Inspektorat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan BKPSDM.
Bupati Solok Jon Firman Pandu sebelumnya menyampaikan bahwa sejumlah fasilitas pemerintahan mengalami dampak cukup parah. Bahkan, beberapa peralatan kantor dilaporkan terbawa arus banjir.
21 Mobil dan 7 Sepeda Motor Rusak
Kerusakan akibat galodo tidak berhenti pada bangunan. BPBD Kabupaten Solok mencatat 21 unit mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan.
Jumlah tersebut menjadi bagian dari pendataan kerugian material yang masih berlangsung. Petugas terus menyisir kawasan terdampak untuk memastikan kendaraan maupun fasilitas lain yang mengalami kerusakan.
Data lapangan dapat bertambah karena proses inventarisasi belum selesai hingga Selasa pagi.
Sekitar 100 Rumah Warga Ikut Terdampak
Permukiman warga di sekitar kawasan Arosuka juga terkena dampak aliran banjir bercampur material longsoran.
Data awal dari lapangan memperkirakan sekitar 100 rumah warga terdampak. Namun, jumlah tersebut masih menunggu hasil verifikasi BPBD karena petugas masih melakukan pendataan dari rumah ke rumah.
Galodo juga dilaporkan menerjang kawasan Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, serta wilayah Nagari Koto Gaek Guguk, Kecamatan Gunung Talang.
Puluhan Warga Dipindahkan ke Lokasi Aman
Warga yang tinggal di kawasan rawan kemudian dipindahkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya banjir susulan.
Data BPBD menyebutkan sembilan kepala keluarga dengan total 32 jiwa mengungsi. Mereka ditempatkan di lokasi yang telah disiapkan pemerintah daerah.
Pada laporan awal, jumlah pengungsi sempat berbeda karena proses evakuasi masih berjalan. Kepolisian juga melaporkan adanya warga yang dipindahkan ke kediaman Wakil Bupati Solok. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendataan pengungsi masih terus diperbarui.
Jalur Solok-Padang Sempat Lumpuh
Material galodo juga menutup badan Jalan Raya Solok-Padang. Lumpur, batu, kayu dan material longsoran membuat kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas.
Petugas mengimbau pengguna jalan memilih jalur alternatif melalui Padang Panjang selama akses utama belum kembali normal.
Satu jembatan penghubung di kawasan Arosuka juga tertutup material sehingga belum bisa digunakan. Kondisi ini membuat penanganan bencana sekaligus berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat yang melintas di jalur utama Solok-Padang.
Masjid Kayu Aro turut terdampak material longsoran. Lumpur terlihat menutup bagian halaman dan kawasan di sekitar bangunan tersebut.
Penanganan dilakukan dengan melibatkan unsur kepolisian, TNI, BPBD serta personel terkait lainnya.
Tim gabungan melakukan evakuasi warga, penyisiran lokasi, pembersihan lumpur dan material longsoran, sekaligus mendata bangunan serta fasilitas yang terdampak.
Sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat proses pembukaan akses dan membersihkan material yang menumpuk di kawasan perkantoran maupun ruas jalan.
Hingga Selasa pagi, proses penanganan masih berlangsung. Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati lokasi yang masih berpotensi terkena aliran air maupun longsoran susulan.
BPBD Kabupaten Solok menyebut, hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (19/9/2026) menyebabkan debit air meningkat.
Kondisi tersebut kemudian memicu banjir bandang yang menerjang sejumlah kawasan di Arosuka dan wilayah sekitarnya.
Material dari kawasan perbukitan ikut terbawa arus hingga masuk ke kompleks perkantoran dan permukiman. Lumpur, batu serta kayu kemudian menyebar ke jalan dan sejumlah bangunan.
Petugas masih melakukan asesmen untuk mengetahui dampak sebenarnya dari bencana tersebut. Masyarakat di kawasan terdampak diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir bandang susulan dan mengikuti arahan petugas di lapangan. (bsh)






