Hadapi Kabut Asap dan Kekeringan dengan Ikhtiar Lahir Batin, Bupati Annisa Ajak Masyarakat Berdoa Lewat Sholat Istisqa

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani berikan sambutannya dalam kegiatan Shalat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan. (foto; ist)

DHARMASRAYA, FOKUSSUMBAR.COM – Menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kekeringan, serta kabut asap, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya bersama Forkopimda tidak hanya mengintensifkan upaya penanganan di lapangan, tetapi juga melakukan ikhtiar batin melalui Shalat Istisqa untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan.

Pelaksanaan Shalat Istisqa di Masjid Agung Dharmasraya, Senin (26/10/2026), menjadi momentum bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun, kekeringan berakhir, dan kondisi alam kembali membaik.

Kegiatan Shalat Istisqa tersebut dihadiri Wakil Bupati Dharmasraya Leli Arni, Ketua DPRD Dharmasraya Jemi Hendra, Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Kajari Dharmasraya Indra Gunawan, serta Dandim 0310/SSD yang diwakili Danramil Koto Baru Kapten CKE Jarman.

Turut hadir Sekretaris Daerah Medison beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Kepala Kantor Kementerian Agama Dharmasraya H. Masdan, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah H. Hamid Arwani, Ketua LKAAM Dharmasraya H. Marlon Martua, serta ratusan masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan (ormas), dan pondok pesantren.

Baca Juga :  Dari Jurnalis Pelajar Rakyat Sumbar ke KPI Pusat, Yuwanda Efrianti Asah Kompetensi Penyiaran

Bupati Annisa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan introspeksi diri, memperbanyak doa, serta memohon perlindungan Allah SWT di tengah berbagai musibah yang terjadi. Menurutnya, ikhtiar menghadapi musibah perlu dilakukan secara bersama-sama melalui kerja nyata, kepedulian sosial, serta doa dan permohonan kepada Allah SWT.

Sementara itu, dalam khutbahnya, Ustaz Maulana Yatim mengingatkan jamaah tentang pentingnya memperkuat hubungan dengan Allah SWT, memperbanyak istigfar, memperbaiki akhlak, serta menjadikan berbagai musibah sebagai momentum untuk mengevaluasi diri.

Ia mengingatkan bahwa harta benda, jabatan, dan berbagai kesenangan duniawi tidak boleh membuat manusia melupakan tujuan hidup serta kewajibannya kepada Allah SWT. Ia juga mengajak umat Islam untuk menjauhi perbuatan zalim, meningkatkan kepedulian terhadap sesama, dan memperbaiki kehidupan beragama.

Baca Juga :  Permenkum 49/2025 dan Beban Baru Media Siber

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ustaz Maulana Yatim juga membimbing jamaah memanjatkan doa agar Allah SWT menurunkan hujan yang membawa keberkahan, memberikan keselamatan bagi seluruh negeri, serta menganugerahkan kesehatan kepada seluruh rakyat dan para pemimpin. Doa bersama itu menjadi bagian dari ikhtiar batin masyarakat Dharmasraya dalam menghadapi karhutla, kabut asap, dan kekeringan, seraya berharap kondisi alam segera membaik dan masyarakat kembali dapat beraktivitas dengan aman.

Melalui pelaksanaan Shalat Istisqa tersebut, masyarakat diajak memperkuat ikhtiar lahir dan batin dalam menghadapi karhutla, kabut asap, dan kekeringan. Upaya penanganan di lapangan, pelayanan kesehatan, serta doa bersama diharapkan berjalan beriringan demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani bersama Forkopimda selama hampir dua bulan terakhir terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi karhutla dengan membentuk Satuan Tugas (Satgas), melakukan patroli, memantau daerah rawan kebakaran, serta melakukan pemadaman apabila ditemukan titik api.

Baca Juga :  Lisda Hendrajoni Ajak Karang Taruna dan Tagana Pessel Jadi Motor Penggerak Ekonomi dan Sosial Masyarakat

Selain itu, Pemkab Dharmasraya juga meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap, termasuk pemeriksaan dari rumah ke rumah dan pengobatan gratis bagi penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Berbagai langkah tersebut merupakan ikhtiar nyata pemerintah daerah untuk melindungi masyarakat sekaligus mengurangi dampak karhutla dan kekeringan. (rls)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *