PADANG PANJANG, FOKUSSUMBAR.COM – Musibah kebakaran terjadi dua kali dalam rentang kurang dari 24 jam di Kota Padang Panjang, Kamis (12/3/2026) hingga Jumat dini hari (13/3/2026). Dua rumah warga hangus terbakar, sementara beberapa rumah lain ikut terdampak.
Kebakaran pertama terjadi Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 11.40 WIB di Kampung KB RT 16, Kelurahan Tanah Hitam, Kecamatan Padang Panjang Barat. Satu unit rumah semi permanen milik Safrianti (61) ludes dilalap api.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kebakaran diduga dipicu arus pendek listrik di bagian atas bangunan. Percikan api dengan cepat menyambar bagian lain rumah hingga kobaran membesar.
Selain rumah Safrianti yang habis terbakar, tiga rumah warga lainnya ikut terdampak, masing-masing milik Mira (46), Aferi Nur (50), dan Jon Joni (63).
Untuk memadamkan api, lima unit mobil pemadam kebakaran Kota Padang Panjang dikerahkan ke lokasi dan dibantu satu unit Damkar dari Kabupaten Tanah Datar. BPBD Kota Padang Panjang juga menurunkan dua unit kendaraan, sementara dua ambulans disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan korban.
Personel Koramil 01/PP, Polsek Padang Panjang, Tagana, dan Orari turut membantu penanganan di lapangan serta mengamankan area kejadian.
Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta akibat hangusnya bangunan rumah.
Belum genap sehari dari kejadian tersebut, kebakaran kembali terjadi Jumat dini hari (13/3/2026) sekitar pukul 00.20 WIB, di Jalan Barder Johan No.37 RT 20 Kampung Dobi, Kelurahan Guguk Malintang.
Rumah milik Ermiyati dilaporkan terbakar dan memicu kepanikan warga sekitar.
Petugas pemadam kebakaran langsung mengerahkan enam unit mobil Damkar dari Kota Padang Panjang serta satu unit bantuan dari Kabupaten Agam untuk memadamkan api agar tidak merambat ke rumah lain.
Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra yang meninjau lokasi kebakaran di Tanah Hitam menyampaikan keprihatinan atas musibah yang menimpa warga.
“Pemerintah Kota turut prihatin atas musibah ini. Kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyalurkan bantuan kepada warga terdampak agar dapat meringankan beban mereka,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh ulama Kota Padang Panjang, Buya Hamidi, mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari musibah tersebut serta memperkuat solidaritas sosial.
“Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua agar lebih waspada dan saling membantu. Rumah boleh terbakar, tetapi kepedulian sesama jangan sampai padam,” ujarnya.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kedua kebakaran tersebut. Pemerintah kota juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa. (SY/PH)




