KONI Sumbar Tindaklanjuti Hasil Monev Pelatprov

Tim Pelatprov KONI Sumbar membahas hasil monitor dan evaluasi latihan atlet binaan selama bulan Ramadan, di Kantor KONI Sumbar, Minggu (15/3/2026). (Foto KONI Sumbar)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumatera Barat (KONI Sumbar) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelaksanaan Pemusatan Latihan Provinsi (Pelatprov) sebagai bagian dari persiapan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan.

Monitoring dilakukan dengan turun langsung ke sejumlah lokasi latihan untuk melihat pelaksanaan program pembinaan yang tetap berjalan selama bulan Ramadan.

Saat ini program Pelatprov KONI Sumbar melibatkan 153 atlet dan 50 pelatih yang terbagi dalam empat kategori pembinaan, yaitu andalan, prioritas, potensial, dan binaan khusus.

Untuk memaksimalkan evaluasi, tim monitoring dibagi menjadi tiga kelompok sesuai karakter cabang olahraga, yakni tim cabang olahraga bela diri, olahraga terukur/akurasi, serta olahraga permainan.

Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Dr. Septri, mengatakan kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan program latihan tetap berjalan optimal meski atlet menjalani latihan di tengah bulan puasa.

“Tim monev sudah turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi latihan para atlet selama Ramadan. Dari pemantauan tersebut, ada beberapa hal yang perlu dilakukan penyesuaian agar program latihan tetap berjalan maksimal,” ujar Septri.

Menurutnya, hasil monitoring tersebut akan segera ditindaklanjuti melalui penyusunan regulasi dan langkah teknis agar proses latihan lebih efektif.

“Kita akan menyiapkan regulasi dan langkah-langkah penyesuaian dari hasil evaluasi di lapangan. Harapannya, pada bulan depan seluruh penyesuaian ini sudah bisa diterapkan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pelatprov KONI Sumbar, Dr. Risky Syahputra, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan bagian penting dari sistem pembinaan atlet.

Menurutnya, evaluasi ini menjadi dasar bagi KONI Sumbar untuk menyesuaikan program latihan, baik dari sisi metode, jadwal latihan, hingga kondisi fisik atlet selama Ramadan.

“Monitoring ini menjadi bahan evaluasi untuk memastikan program latihan tetap berjalan efektif. Kita ingin seluruh atlet Pelatda tetap berada dalam kondisi siap menghadapi berbagai agenda kompetisi,” kata Risky.

Risky menambahkan, hasil monitoring tersebut akan menjadi acuan bagi KONI Sumbar dalam memperkuat sistem pembinaan agar target prestasi olahraga Sumatera Barat dapat tercapai. (jiga)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *