FTK Kembali Pertahankan Tradisi Juara Umum pada PKMU UIN Imam Bonjol 2026

Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Imam Bonjol berswafoto seusai tampil sebagai juara dalam Pekan Kreatifitas Mahasiswa Universitas (PKMU) 2026. (foto; ist)

PADANG, FOKUSSUMBAR.COM – Pekan Kreativitas Mahasiswa Universitas (PKMU) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol tahun 2026, kembali menjadi panggung ekspresi intelektual, kreativitas, dan daya saing mahasiswa lintas fakultas.

Kegiatan yang berlangsung sejak 10 hingga 15 April 2026 ini menghadirkan beragam cabang perlombaan, mulai dari bidang akademik, seni, hingga olahraga. Seluruh fakultas turut ambil bagian, menjadikan PKMU sebagai arena kontestasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga sarat nilai edukatif dan kolaboratif.

Puncak kegiatan ditandai dengan penutupan resmi pada 17 April 2026 oleh Rektor UIN Imam Bonjol, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya PKMU sebagai wahana pembentukan karakter mahasiswa yang unggul, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Ia juga mengapresiasi seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan kegiatan tersebut dengan penuh dedikasi.

Namun demikian, sorotan utama tahun ini kembali tertuju pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), yang secara konsisten menunjukkan dominasinya dalam ajang bergengsi ini. FTK berhasil meraih juara umum PKMU 2026, sekaligus mempertahankan tradisi kemenangan yang telah diraih secara berturut-turut dalam beberapa tahun terakhir.

Keunggulan FTK tahun ini semakin ditegaskan melalui capaian medali yang impresif, yakni 13 medali emas, 10 medali perak, dan 12 medali perunggu. Raihan ini menunjukkan dominasi FTK hampir di seluruh cabang lomba yang dipertandingkan, sekaligus mencerminkan kualitas mahasiswa yang unggul secara kompetitif dan kreatif.

Di bawah kepemimpinan Dekan Prof. Yasmadi, M.Ag., FTK terus mengokohkan posisinya sebagai fakultas yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam pengembangan potensi mahasiswa secara holistik. Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari sinergi kuat jajaran pimpinan fakultas, di antaranya:

  • Muhammad Kosim, M.A., Pembina Tk.I (IV/b), selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kelembagaan, yang berperan dalam memastikan kualitas akademik mahasiswa tetap terjaga sekaligus mendorong integrasi prestasi dalam kegiatan kemahasiswaan.
  • Dr. Jum Anidar, S.Ag., M.Pd., Penata Tk.I (III/d), Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan, yang mendukung kelancaran program melalui tata kelola yang efektif dan efisien.
  • Dr. Rahmawati, S.Ag., M.Ag., Pembina Tk.I (IV/b), Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama, yang menjadi motor penggerak utama dalam pembinaan minat, bakat, dan jejaring kerja sama mahasiswa.

Keberhasilan FTK dalam mempertahankan gelar juara umum bukanlah capaian instan, melainkan hasil dari proses panjang yang mengedepankan pembinaan berkelanjutan, penguatan karakter, serta integrasi nilai-nilai pedagogis dalam setiap aktivitas mahasiswa.

Dalam perspektif pendidikan Islam, hal ini sejalan dengan konsep ta’dīb yang menekankan pembentukan insan beradab melalui keseimbangan antara ilmu, amal, dan akhlak (Al-Attas, 1993).

Lebih jauh, dominasi FTK juga mencerminkan keberhasilan pendekatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada transfer of knowledge, tetapi juga pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Dengan demikian, prestasi dalam PKMU menjadi indikator konkret dari keberhasilan implementasi paradigma pendidikan modern yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.

Momentum kemenangan ini diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan internal fakultas, tetapi juga inspirasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi dan berprestasi.

FTK telah menunjukkan bahwa konsistensi, kolaborasi, dan kepemimpinan yang visioner mampu melahirkan generasi mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

PKMU 2026 pun berakhir dengan catatan gemilang. Perihal bagaimana semangat kompetisi melahirkan kualitas, dan bagaimana tradisi keunggulan terus dirawat dalam bingkai pendidikan yang berkelanjutan. (fikri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *